digtara.com -Para akademisi-klinis Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Universitas Nusa Cendana (Undana) berkolaborasi bersama RSUD Prof Dr. WZ Yohanes Kupang menghadirkan dua layanan spesialisasi dan sub-spesialisasi anak tingkat lanjut.
Layanan intervensi penutupan kebocoran jantung anak tanpa operasi besar serta pelayanan Hematologi Onkologi Medik (HOM) Pediatri atau kemoterapi kanker anak telah resmi beroperasi melayani masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang.
Inovasi pelayanan kesehatan tingkat tinggi ini dipelopori para dosen FKKH Undana yang bertugas di rumah sakit daerah, yakni dr. Deif Tunggal, Sp.An.T.I. selaku dokter spesialis anestesiologi pada Tim Kateterisasi Jantung (Cath Lab), dan Dr. dr. Debora Shinta Liana, Sp.A., Subsp.H.Onk, selaku dokter spesialis anak Sub-spesialis Hematologi Onkologi Anak.
Kiprah para dosen ahli ini menjadi bukti nyata kapasitas keilmuan perguruan tinggi dalam menjalankan Tridharma melalui pelayanan medis berspesifikasi tinggi (high-skill and high-technology).
Bagi masyarakat NTT, ketersediaan fasilitas ini memangkas beban biaya pendampingan rujukan keluarga, seperti tiket pesawat, akomodasi, dan konsumsi yang selama ini mencapai kisaran Rp 30 juta per pasien untuk sekali rujukan ke rumah sakit di Pulau Jawa atau Bali, sekaligus memberikan kepastian penanganan medis secara cepat di daerah sendiri.
Layanan penutupan kebocoran jantung anak berbasis kateterisasi (Cath Lab) di RSUD W. Z. Yohanes ini merupakan satu-satunya dan yang pertama hadir di NTT.
Baca Juga: Undana Berdampak, Tim Relawan Beri Pelayanan Maksimal Bagi Korban Gempa Flores
Dosen FKKH Undana dr. Deif Tunggal, Sp.An-TI, menjelaskan bahwa tindakan presisi ini bukan merupakan operasi pembedahan dada terbuka, melainkan intervensi non-bedah dengan memasukkan kawat kateter membawa alat penutup khusus (device) berukuran kecil melalui pembuluh darah di paha pasien hingga mencapai titik kebocoran jantung.
Sebelum device dipasang, tim interdisiplin melakukan evaluasi mendalam menggunakan Transesophageal Echocardiography (TEE) dibawah pembiusan total guna memastikan ukuran dan tipe lubang kebocoran secara akurat sebelum tindakan penutupan dilakukan.
"Layanan penutupan kebocoran jantung pada anak di NTT ini merupakan satu-satunya dan yang pertama di NTT. Prosedur dilakukan dengan memasukkan kawat/kateter melalui pembuluh darah di area paha pasien hingga menuju titik kebocoran jantung. Evaluasi TEE ini sangat krusial untuk memastikan secara presisi bahwa ukuran dan jenis lubang kebocoran cocok untuk ditutup dengan device," terang dosen FKKH Undana, dr. Deif Tunggal, Sp.An-TI.
Sejak mulai dioperasikan pada April 2025, Tim Cath Lab RSUD W. Z. Yohanes Kupang telah menangani lebih dari 20 pasien anak penderita kebocoran jantung bawaan di NTT.
Proses penanganan medis terpadu yang mencakup pembiusan, evaluasi TEE, hingga pemasangan device memakan waktu hingga 4 jam, diikuti dengan prosedur kontrol berkala pasca-tindakan bersama dokter spesialis jantung.
"Sebagai dosen FKKH Undana, saya bangga dan senang bisa berkontribusi langsung bagi RSUD W. Z. Yohanes. Meskipun tugas pelayanan ini adalah bentuk pengabdian masyarakat di luar jam akademik formal, kami sangat siap karena kehadiran dokter spesialis dan dosen Undana sangat dibutuhkan oleh rumah sakit daerah," ungkap dr. Deif Tunggal, Sp.An-TI.
Di bidang penanganan keganasan dan kanker anak (usia 0 hingga 18 tahun), RSUD Prof. Dr. W. Z. Yohanes mencetak sejarah baru sejak Juli 2026 dengan mengoperasikan unit Hematologi Onkologi Medik (HOM) Pediatri perdana di NTT.
Layanan yang dipimpin Dr. dr. Debora Shinta Liana, Sp.A., Subsp.H.Onk, ini berhasil melakukan tindakan kemoterapi langsung di Kupang bagi pasien anak penderita leukemia (kanker darah), osteosarcoma (kanker tulang), retinoblastoma (kanker mata), kanker nasofaring, hingga germ cell tumor.
Baca Juga: Tabrakan Dalam Kampus Undana, Satu Mahasiswa Meninggal Dunia Ketersediaan protokol obat kemoterapi lengkap di Kupang memungkinkan balita hingga remaja di NTT menjalani terapi rutin intensif hingga 2 tahun tanpa harus dirujuk keluar daerah.
"Sejak dibuka pada Juli 2026, dalam tiga bulan pertama ini ternyata cukup banyak kasus penanganan kanker anak yang datang dan berhasil kita lakukan kemoterapi langsung di Kupang. Ketersediaan obat-obatan kemoterapi pediatri di RSUD W. Z. Yohanes kini telah memfasilitasi anak-anak usia balita hingga remaja untuk menjalani protokol terapi tanpa perlu keluar daerah," ungkapnya.
Meski kemajuan fasilitas kesehatan di Kupang berkembang pesat, tim medis FKKH Undana menyoroti tantangan keterlambatan penanganan (delayed presentation) pasien anak yang kerap datang dalam kondisi metastasis stadium lanjut.
Faktor budaya yang memilih pengobatan alternatif, ramuan herbal, serta mitos kekhawatiran terhadap proses kemoterapi kerap membuat keluarga kehilangan golden period penyembuhan anak.
Masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis begitu menemukan gejala kelainan darah atau munculnya benjolan tidak normal pada anak sejak dini.
"Keluarga sering menunda berobat karena melihat kondisi fisik anaknya di awal masih tampak segar. Padahal ketika tim medis sudah memberikan arahan indikasi keganasan, waktu adalah kunci utama. Jangan takut dengan mitos kemoterapi. Begitu ada gejala kelainan darah atau benjolan pada anak, segeralah datang dan diskusikan dengan dokter ahli sejak awal," imbaunya.
Sinergi berkelanjutan antara akademisi FKKH Undana dan RSUD Prof. Dr. W. Z. Yohanes Kupang membuktikan peran vital kepakaran lokal dalam memajukan kualitas kesehatan publik di wilayah kepulauan.
Penguatan unit Cath Lab jantung dan HOM Pediatri ini secara nyata memperkokoh posisi RSUD Yohanes sebagai rumah sakit rujukan utama di NTT.