Kapolda Sumut : Polisi Tidak Akan Diam Dengan Aksi Teror dan Premanisme

Redaksi - Jumat, 01 Maret 2019 14:57 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201903/kapolda-sumut-saat-melaksanakan-safari-ramadhan-di-sergai.jpeg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | MEDAN – Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, menegaskan jika negara tidak akan kalah dan diam dengan aksi teror dan premanisme yang dapat mengganggu dan mencabik cabik persatuan dan kesatuan bangsa.

Polisi sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat akan selalu berada di barisan terdepan untuk memberikan perlindungan kepada setiap warga negara Indonesia.

Hal itu ditegaskan Kapolda saat melaksanakan program safari Jumat di Masjid Jami Nurul Iman Desa Sei Rejo, Kecamatan Sei Rempah Serdang Bedagai Sumatera Utara, Jumat (1/3/2019).

Agus juga sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi di Lapangan Sri Mersing, Kota Tebing Tinggi beberapa hari lalu. Dimana saat itu ada Polisi dan TNI yang mengikuti kegiatan atas undangan dari panitia Tabliq Akbar dan Tausiah Nadhlatul Ulama, namun dituding acara tersebut sesat dan tidak benar.

“Diacara tersebut ada saya (Polisi), TNI, Walikota Tebing Tinggi, tokoh agama, pemuka masyarakat. Acara tersebutkan mengajak masyarakat untuk berbuat baik dengan menanamkan nilai agama, agar jangan saling terpecah belah dan itu semua untuk kebaikan Indonesia. Jadi tidak benar itu kelompok yang mengedepankan aksi-aksi premanisme untuk membubarkan acara tersebut,” katanya.

Kapolda juga berterima kasih kepada masyarakat yang masih perduli terhadap keamanan, kenyaman dan kondusifitas masyarakat dengan membantu mensosialisasikan dan menjaga kamtibmas. “Saya, kita semua harus bergandengan tangan untuk menjaga Sumatera Utara bebas dari hoax, ujaran kebencian, teror dan aksi yang anti-pancasila. Karena Sumatera Utara milik kita bersama,” ucapnya.

Pastinya, kata Agus, dirinya hanyalah manusia biasa yang sedang menjalankan amanah dan tugas sebagai Kapolda Sumut. Kalau pun ada orang atau kelompok yang ingin meminta ia pindah atau pun dicopot karena dianggap mengganggu kepentingan bisnis hitam (ilegal) dengan membangun opini tidak netral ya silahkan saja. “Saya ini hanya menjalankan amanah dan tugas untuk melindungi masyarakat. Semua saya serahkan kepada Allah dan pimpinan Polri,” pungkasnya.

[Putra Nasution/AS]

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Berita

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Berita

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Berita

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Berita

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Berita

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo