Prabowo :Saya Pengalaman di Tentara, Budaya “ABS” Banyak

Irwansyah Putra Nasution - Sabtu, 30 Maret 2019 14:59 WIB

Warning: getimagesize(https://www.digtara.com/cdn/uploads/images/201903/digtara-jokowi-prabowo-debat-capres.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Digtara.com | MEDAN – Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menuding Joko Widodo yang biasa disapa Jokowi tidak mendapatkan informasi yang tepat dari bawahannya mengenai pertahanan dan kekuatan militer di Indonesia. Hal ini disampaikan Prabowo di Debat ke empat yang diselenggarakan oleh KPU di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3/2019)

“Maaf pak Jokowi, mungkin bapak mendapatkan breafing yang kurang tepat,” kata Prabowo.

Jadi, papar Prabowo, anggaran 107 triliun itu hanya 5 persen dari APBN atau 0,8 persen dari DJB. Prabowo membandingkan dengan Singapura dimana anggaran 30 persen dari APBN nya untuk pertahanan dan keamanan. “Saya pengalaman di tentara, budaya ABS banyak di Indonesia. Jadi kalau ketemu panglima, siap pak, aman semua pak, terkendali, radar cukup. Itu tidak benar pak,” ujarnya yang mendapat keriuhan dari penonton debat.

“ABS” sendiri merupakan singkatan dari Asal Bapak Senang. Prabowo tidak menyalahkan Jokowi, Ia menegaskan ini merupakan budaya Indonesia.

Sebelumnya, Jokowi mendapatkan kesempatan pertama untuk menjawab pertanyaan dari panelis mengenai Pertahanan dan Keamanan. “Penting sekali gelar pasukan yang terintegrasi, artinya kita tidak jawa sentris,” papar Jokowi.

Ia menjelaskan, telah memerintahkan kepada Menteri Pertahanan dan Panglima TNI untuk membangun divisi III, yang telah mulai bekerja, divisi III di Kostrad, Komando angkatan udara di Biak, Armada II, Angkatan Laut di Sorong, ini sudah dalam proses dan akan jadi. saya sudah perintahkan gelar pasukan di Natuna, Barat dan Timur dan kemudian di Biak.

“Artinya semua titik terjaga, radar maritim dan udara sudah menguasai, ada 19 titik radar udara yang sudah terkoneksi,” jelas Jokowi.

Menurutnya, Mengenai anggaran pertahanan dan keamanan sudah 107 triliun, artinya menjadi nomor dua setelah Kementerian PU. “Jadi pemerintah sangat serius terhadap pertahanan dan keamanan Indonesia. Jadi, siapapun yang masuk teritorial Indonesia tanpa ijin pasti akan ketahuan,” pungkasnya. (Put)

Editor
: Irwansyah Putra Nasution

Tag:
TNI

Berita Terkait

Berita

Dua Perwira Terdakwa Kematian Prada Lucky Namo Dapat Potongan Masa Hukuman

Berita

Debt Collector Rampas Mobil di Medan, Istri Anggota TNI Terluka dan Pelaku Diamuk Massa

Berita

TNI Bangun Jembatan Baru di Nias Utara, Akses Warga Desa Lolona’a Kembali Lancar

Berita

DPO Kasus Pemerkosaan Lulus TNI AD, Dijemput Anggota Polres Flores Timur di Kabupaten Sikka

Berita

Warga Dua Desa di Flores Timur Bentrok Masalah Tanah, Polisi dan TNI Siaga di Lokasi

Berita

Jenazah Purnawirawan TNI AD Dipulangkan ke Timor Leste