digtara.com – Kasus begal yang melibatkan oknum Satuan Sabhara Polres Pelabuhan Belawan, Bripka Joko Albar, belum juga terang benderang. Namun ada beberapa fakta baru terkait kasus yang menghebohkan itu.
Informasi yang dihimpun digtara dari lokasi kejadian terungkap kalau sepeda motor Honda Vario BK 4342 MBD milik korban ternyata sempat diambil oleh tujuh orang pelaku.
Lalu menurut warga, sepeda motor tersebut sudah dikembalikan kepada pemiliknya bernama Lismawati (32), warga Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin.
Fakta lainnya, sebelum sepeda motor itu dikembalikan, ada orang tak dikenal (OTK) menghubungi nomor telepon selelur (ponsel) korban. Terduga pelaku memerintahkan korban untuk mengambil sepeda motornya di parkiran Rumah Sakit (RS) Patar Asih.
Sedangkan kunci kontak sepeda motor diletakkan di depan pos RS Patar Asih, di atas tisu.
Jadi, saat peristiwa pembegalan itu berlangsung di Dusun Lestari, Desa Pasar V Kebun Kelapa, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (22/7/2021) sekira pukul 18.20 WIB itu, sepeda motor korban sudah sempat dibawa pelaku lain.
Sedangkan nahas bagi Bripka Joko Albar, dia ditangkap massa dan dihajar habis-habisan hingga kritis. Di lokasi, turut diamankan polisi sebilah pisau yang diduga untuk mengancam korban.
Kanit Reskrim Polsek Beringin, Iptu Randy Anugrah Putranto, membenarkan adanya dua petunjuk itu, ketika dikonfirmasi, Sabtu (31/7/2021).
“Iya, iya! Tapi sayang, nomor handphone yang menghubungi korban sudah dihapus oleh korban,” kata Randy.
Disinggung soal keahliannya di bidang Cyber Crime, sehingga tidak sulit untuk menelisik nomor handphone yang sudah terhapus, mantan Kanit Reskrim Polsek Batangkuis dan Lubukpakam ini, mengatakan masih sedang diupayakan.
“Masih kita upayakan,” jawabnya.
Bahkan, Randy juga mengungkapkan ada klu atau petunjuk lain, yang berpotensi bisa menguak identitas para pelaku begal lainnya. Apa itu? Polisi sedang mencari rekaman kamera pengintai atau Closed Circuit Television (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
“Kami masih mengupayakan dari CCTV dulu. Karena sudah ada tanda-tanda petunjuk. Ada (CCTV) di sekitar lokasi sih,” ungkapnya. (mag-02)