Presiden Jokowi Diberi Gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara

Redaksi - Sabtu, 15 Desember 2018 05:35 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/2018/12/jokoUntitled-1.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

RIAU – Melalui upacara adat penabalan gelar adat tertinggi masyarakat Melayu Riau, Presiden Joko Widodo menerima gelar adat. Yaitu dengan gelar Datuk Seri Setia Amanah Negara, Sabtu, 15 Desember 2018.

Pengangkatan Presiden Joko Widodo itu tertuang dalam Surat Keputusan Lembaga Adat Melayu Riau Nomor SK 33/LAM Riau/XXII tentang penganugerahan gelar kehormatan adat lembaga adat melayu Riau kepada Yang Mulia Presiden RI Tuan IR H. Joko Widodo.

“Memutuskan menetapkan dengan mengucapkan bismillahirahmanirrahim, serta menganugerahkan kepada Yang Mulia Tuan Ir H. Joko Widodo gelar kehormatan adat melayu Riau Datuk Seri Setia Amanah Negara,” bunyi SK yang dibacakan.

“Kedua, Yang Mulia Tuan Ir H. Joko Widodo berhak menyandang gelar adat tersebut selama hidupnya.”

Setelah dikukuhkan itu, Jokowi diserahkan lambang adat. Yaitu berupa busana adat lengkap kebesaran Melayu, tanjak empang, dan sebilah keris.

Keputusan pemberian gelar ini, di antaranya karena kinerja pemerintah pusat di bawah Presiden Jokowi, yang dinilai mampu mengatasi masalah yang ada di Riau selama 17 tahun lamanya. Yakni persoalan asap, yang setiap tahun menjadi masalah.

“Setelah Tuan Presiden mengambil kebijakan menugaskan semua aparat, sipil, militer, Kepolisian pemda bahkan relawan juga ikut menanggulangi kebakaran lahan dan hutan ini. Dan sampai saat ini sudah 3 tahun asap tidak datang lagi ke negeri ini,” ujar Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Adat Melayu, Datuk Seri Syahril Abubakar, dalam sambutannya.

Tanah adat, juga menjadi alasan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau ini memberi gelar. Karena selama ini, pihaknya baru meminta rekomendasi. Namun oleh Presiden Jokowi, dikabulkan agar tanah adat dikelola oleh adat, bahkan disertifikasi.

Masalah sumber daya alam di sektor minyak dan gas, juga menjadi alasan. Syahrial mengatakan, jika selama ini orang bangga dengan blok migas Chevron. Tapi sebenarnya, tidak ada yang dinikmati oleh masyarakat mereka. Kini, blok itu dan juga Blok Rokan, diserahkan ke Pertamina dan daerah.

“Setelah 94 tahun, setelah Yang Mulia memangku Presiden, kami mendapat bahagian bahwa blok Rokan dikembalikan ke anak bangsa. Dan yang membahagiakan kami perusahaan daerah dapat mengelola Blok Rokan ini,” jelasnya.

Infrastruktur, juga masif dibangun. Ia mencontohkan, saat ini sedang dikebut tol Pekanbaru ke Dumay. Ini menurutnya, sangat membantu masyarakat.

“Inilah ungkapan budi ini yang ingin kami sampaikan. Semua jajaran pemerintah bergandengan tangan, kompak dan kami benar benar merasakan kehadiran negara di bumi tanah Melayu ini,” katanya.[viva]

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Berita

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Berita

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Berita

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Berita

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Berita

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo