Dua Warga jadi Korban, Warga Madina Dihantui Teror Buaya

Redaksi - Minggu, 16 Desember 2018 10:27 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/2018/12/warga-madina-digigit-buaya.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com |MANDAILING NATAL – Warga Mandailing Natal (Madina) khususnya yang berada di bantaran sungai saat ini dihantui teror buaya. Pasalnya, sejak dua bulan terakhir derasnya intensitas hujan mengakibatkan sejumlah sungai meluap yang mengakibatkan kawanan buaya keluar dan masuk ke pemukiman warga.

Seperti yang terjadi di sungai Kunkun Kecamatan Natal, Mandailing Natal, Sumatera Utara meresahkan warga, di dusun Simpang Bambu, desa Sunduton Tigo.

Akibat luapan sungai, kawanan buaya yang berukuran 4 meter ini masuk ke wilayah pemukiman warga.

Tercatat dua warga yang sedang mencuci pakaian di sungai kunkun telah menjadi korban terkaman buaya, yakni Desma wati Halawa berusia 30 tahun dan lioni sirait berusia 45 tahun.

Kapala seksi BKSDA Padangsidimpuan Refdi yang di konfirmasi wartawan mengatakan bahwa tim BKSDA sudah turun ke lokasi untuk menangkap buaya, dan membuat jaring pembatas wilayah habitat buaya di sungai kunkun.

Namun tim belum berhasil menangkap kawanan buaya, karena sungai Kunkun merupakan habitat buaya, sehingga pihaknya hanya membuat peringatan kepada warga agar tidak memasuki kawasan habitat buaya.

Imbauan:  Warga Desa  Setia Karya Natal mengeluarkan imbauan untuk tidak mandi di sungai

“Sudah kita pasang imbauan, karena sungai Kunkun memang habitat buaya,”ucapnya

Terpisah, Bupati Mandailing Natal Drs. Dahlan Hasan Nasution dalam tanggapannya mendesak pihak BKSDA melakukan penangkapan terhadap kawanan buaya yang kerap meresahkan warga.

“Kalau memang pihak yang bersangkutan tidak mampu menangkap kawanan buaya tersebut, pemerintah daerah akan melakukan penembakan kepada kawanan buaya, lebih baik kita bunuh dari pada terus memakan korban dan pihak BKSDA juga harus melakukan sosialisasi kepada warga agar tidak teeulang lagi korban mangsaan kawanan Buaya terserbut,” ucap Bupati. (Muhammad Agussalim)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

Korban Serangan Buaya di Sumba Barat Daya Ditemukan Hanyut Terbawa Arus, Begini Kondisinya

Berita

Polda NTT Himbau Warga Waspadai Habitat Buaya Liar

Berita

Warga Lembata-NTT Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Ikan

Berita

Empat Hari Pencarian, Korban yang Diterkam Buaya di Kualin-TTS Belum Juga Ditemukan

Berita

Warga Kupang Barat-NTT Kembali Digigit Buaya saat Menangkap Ikan

Berita

Pencarian Korban yang Diterkam Buaya Libatkan Pawang, Petugas KSDA dan Polisi