Kabareskrim Komjen Agus Adrianto Ungkap Dua Peran Putri Candrawathi Bunuh Brigadir J

- Sabtu, 20 Agustus 2022 12:43 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/202208/IMG_20211113_130926.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com – Putri Candrawathi ternyata punya peran penting dalam kasus pembunuhan Brigadir J. Putri turut dalam perencanaan hingga mengikuti skenario suaminya, Ferdy Sambo, dalam kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat.

Hal tersebut ditegaskan Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

“Mengikuti skenario yang dibangun oleh FS (Ferdy Sambo),” kata Agus kepada wartawan, Sabtu (20/8/2022).

Rencana Berikan Uang

Skenario yang dimaksud Komjen Agus salah satunya saat Putri bersama Ferdy Sambo menjanjikan uang kepada Bharada Richard Eliezer atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau Bripka RR, serta Kuat Ma’ruf atau KM.

“Bersama FS saat menjanjikan uang kepada RE, RR, dan KM,” jelas Agus.

Sebagai informasi, Ferdy Sambo telah menjanjikan uang Rp 1 miliar kepada Bharada E setelah menembak Yosua.

Sedangkan kepada Kuat dan Bripka RR, yang berperan dalam membantu melakukan pembunuhan berencana terhadap Yosua, masing-masing dijanjikan uang Rp 500 juta.

Tanya Kesanggupan Pelaku

Agus kemudian mengatakan Putri juga berada di lantai tiga bersama Ferdy Sambo saat menanyakan kesanggupan Bripka RR dan Bharada E untuk menembak Brigadir J.

Putri juga diketahui mengajak Bharada E, Bripka Ricky, Kuat Ma’ruf, dan Brigadir J menuju rumah dinas Ferdy Sambo, di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

“Ada di lantai 3 saat Ricky dan Richard saat ditanya kesanggupan untuk menembak almarhum Yosua,” jelas Agus

“Mengajak berangkat ke Duren Tiga bersama RE, RR, KM, almarhum J,” sambungnya.

CCTV yang Vital

Polri sebelumnya menemukan CCTV penting bagi perkembangan penanganan kasus tewasnya Brigadir Yosua Hutabarat. Rekaman CCTV tersebut menjadi kunci membongkar peran dari istri dari Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

“Alhamdulillah CCTV yang sangat vital yang menggambarkan situasi sebelum, sesaat, dan setelah kejadian di Duren Tiga itu berhasil kami temukan,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (19/8).

Andi mengatakan CCTV merekam kejadian-kejadian kunci di rumah dinas Sambo tersebut. CCTV itu ditemukan setelah penyidik melakukan serangkaian tindakan. “Dengan sejumlah tindakan penyidik,” ujar Andi.

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Berita

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Berita

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Berita

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Berita

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Berita

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Berita

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo