Aksi 21-22 Mei Dinilai Gagal Total

Redaksi - Rabu, 29 Mei 2019 18:37 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201905/aKSI-22-MEI-oke-1.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Digtara.com | JAKARTA – Tujuan dari aksi yang berujung kerusuhan pada 21 dan 22 Mei di Jakarta telah gagal total dari apa yang diharapkan. Mengingat, aparat TNI/Polri telah memiliki kesiapan jauh lebih matang dari segi penjagaan keamanan. Demikian dikatakan Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi.

“Aksi dua hari itu gagal total, tidak rapi, dan terlalu telanjang. Kedaulatan rakyat itu hanya mainan label mereka. Di samping itu, aparat keamanan jauh lebih siap,” katanya.

Menurut Hendardi, kebijakan penjagaan keamanan dan ketertiban umum oleh aparat dalam menangangi aksi yang disebut ditunggangi itu sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Sehingga ke depannya, dia meyakini TNI/Polri akan siap menghadapi segala bentuk kerusuhan yang akan terjadi.

“Dua hari itu aparat menangani dengan baik, dan besok di Mahkamah Konstitusi (MK) pasti lebih baik lagi,” tutur Hendardi.

Dari analisis gerakan aksi kemarin, Hendardi berpandangan, ada pihak yang mendorong melakukan gerakan politik jalanan dan inskonstitusional dengan melakukan tindakan kerusuhan.

“Mereka memaksakan tindakan rusuh dengan berharap ini akan melahirkan efek domino politik seperti di Suriah. Ada martir yang dikorbankan, harapannya memicu instabilitas politik skala besar, dan diharapkan presiden tidak bisa mengendalikan situasi,” ujar Hendardi.

Polisi sendiri telah menangkap ratusan tersangka yang diduga sengaja dibayar untuk menggelar aksi dengan berujung kericuhan. Dalam hal itu, Hendardi menyebut, massa bayaran itu hanyalah pihak yang digunakan untuk memuluskan kepentingan suatu kelompok.

Oleh sebab itu, Hendardi meminta kepada Polri/TNI untuk terus mengusut siapa dalang dibalik kerusuhan dua hari di depan Gedung Bawaslu, Jakarta tersebut.

“Kalau preman-preman bayaran itu pion saja, hanya dipakai untuk kepentingan mereka. Mesti diusut aktor-aktor intelektualnya,” tutur Hendardi seperti dilansir okezone.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Berita

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Berita

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Berita

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Berita

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Berita

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo