Digtara.com – Lima dokter spesialis yang berdinas di RSUD Padangsidimpuan mengundurkan diri karena tak digaji selama tiga bulan. RSUD Padangsidimpuan merupakan rumah sakit rujukan Covid-19, Senin, (13/4/2020)
“Mereka mundur karena tak digaji selama 3 bulan,” kata Plt Direktur RSUD Padangsidimpuan Tetty Rumondang pada digtara.com
Ia menjelaskan setiap dokter spesialis dibayar dengan intensif 20 juta perbulannya dengan total yang belum dibayar sekitar 300 jutaan. Data yang dihimpun, kelima dokter tersebut yakni Dr. Musbar, Sp. OG; Dr. Romi, Sp. OG (Konsultan Onkologi), Dr. Novi Rahmi Asroel, Sp. KK; Dr. Fauzi Fahmi, Sp. B; Dr. Yessi, Sp. PA.
Menurut Tetty, dengan mundurnya lima spesialis tersebut mengganggu kinerja RSUD Padangsidimpuan, dalam hal ini rumah sakit rujukan Covid-19. “Mereka mundur pada bulan Maret lalu. Saya sudah tanyakan pada pak Wakil Direktur, tapi katanya belum ada perintah pembayaran dari Wali Kota,” ungkap Direktur.
Semua urusan keuangan di RSUD, jelas Tetty merupakan tugas dari Wakil Direktur bagian Keuangan Parlindungan Pasaribu. Dirinya juga mempertanyakan prosedur pencairan gaji. “Jadi saya tidak tahu kenapa belum dibayarkan intensifnya,” akunya.
Surat pengunduran diri tersebut, Lanjut Tetty, sudah diteruskan ke Wali Kota Irsan Effendi Nasution dan dirinya juga sudah berkordinasi dengan pimpinan.