digtara.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) memperbarui data pasien positif terjangkit virus korona (covid-19) di Sumatera Utara (Sumut) untuk 24 April 2020.
Juru Bicara GTPP Covid-19 Sumatera Utara, dr Aris Yudhariansyah mengatakan, hingga hari ini jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 120 orang. Bertambah 7 orang dibandingkan sehari sebelumnya.
Dari jumlah 120 orang itu, sebanyak 102 orang terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) dan 18 orang melalui Rapid Test.
“Hingga 24 April 2020 ada 25 orang pasien sembuh dan 12 orang meninggal dunia,” sebut Aris, Jumat (24/4/2020).
Sementara itu, untuk jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 2.176 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 157 orang,
Berdasarkan data tersebut, Aris menegaskan kembali kunci pemutusan penyebaran Covid-19 adalah menghindari keramaian atau tetap berada di rumah. Tidak mudik merupakan bagian dari upaya pemutusan rantai penyebaran Covid-19.
https://www.youtube.com/watch?v=R29lqZItOBM
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.
“Kita tidak pernah tahu siapa orang di luar yang membawa virus. Banyak orang tanpa gejala yang tidak bisa kita bedakan dengan mata biasa,†pungkasnya.
Berpuasa saat…
BERPUASA SAAT PANDEMI COVID-19
Sementara itu untuk kegiatan berpuasa di tengah Pandemi Covid-19 ini, sambung Aris, sangatlah baik untuk kesehatan. Puasa juga baik untuk menjaga kekebalan tubuh.
“Ada penelitan yang menyebutkan bahwa berpuasa dapat meningkatkan imunitas. Sebaliknya, belum ada penelitian yang menyebut berpuasa meningkatakan risiko infeksi Covid-19,” tukasnya.
Berpuasa, kata Aris, juga dapat memperbaiki jaringan sel yang rusak dan bisa merangsang produksi sel-sel darah putih yang baru. Sistem kekebaan tubuh dapat melakukan regenerasi sehingga semakin memperkuat ketahanan tubuh.
“Jika ketahanan tubuh sudah kuat, maka infeksi bakteri maupun virus bisa dilawan,†kata Aris.
Selain itu, berpuasa juga dapat mengeluarkan berbagai racun yang tersimpan di dalam tubuh. Misalnya zat adiktif yang berasal dari bahan pengawet dan pewarna makanan. Puasa dapat pula mengurangi masa lemak tubuh.Lemak tubuh yang berlebih dapat merusak keseimbangan sistem kekebalan tubuh manusia dan memicu produksi sel yang menyebabkan peradangan organ tubuh.
“Penyakit yang bisa timbul akibat lemak berlebih misalnya penyakit pembuluh darah. Berpuasa bisa mengurangi lemak tubuh sehingga imunitas dapat diperbaiki,†ujar Aris.
Meski begitu, Aris mengingatkan asupan gizi saat sahur dan buka puasa harus tetap dijaga. Jika kurang gizi, maka tubuh seseorang akan rentan dengan infeksi Covid-19.
“Sementara orang yang gizinya baik dan tercukupi berpotensi besar dapat melawan Covid-19,†ungkap Aris.
[AS]
https://www.youtube.com/watch?v=R29lqZItOBM
Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.