Mengenal Rattham, Kereta Kencana Di Perayaan Thaiphusam

Redaksi - Jumat, 18 Januari 2019 08:38 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201901/kereta-kencana-thaipusam-medan.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Digtara.com | MEDAN – Ritual perayaan Thaipusam selalu dirayakan dengan arak-arakkan Rattham ( kereta kencana) yang berusia sekira 148 tahun, di Kuil Sri Soepramaniem Nagarattar, Jalan Kejaksaan, Kecamatan Medan Petisah, Kelurahan Petisah Tegah. Meskipun Rattham (Kereta Kencana) tersebut berusia ratusan tahun namun tetap dipergunakan untuk mengarak patung dewa muruga saat perayaan Thaipusham.

Thaipusam merupakan hari besar kelahiran dewa muruga, yang jatuh dipertengahan Januari. Dalam kalender tamil disebut Bulan Thai. Perayaan ini dirayakan oleh masyarakat Hindu Tamil diseluruh negara seperti Malaysia, India, Singapura, bahkan di Indonesia.

Di Kota Medan, Rattham disimpan di Kuil Sri Soepramaniem Nagarattar tersebut. Kereta Kencana khas ini masih terlihat kokoh meski usianya sudah mencapai lebih dari 1 abad. Menurut Thambi, pengurus kuil sekaligus panitia perayaan Thaipusam, Rattham selalu dirawat dan dijaga agar tidak rusak. Renovasi dimungkinkan sepanjang tidak mengubah bentuk dari kendaraan Dewa Muruga tersebut.

“Kereta kencana ini sendiri sudah pernah direnovasi. Kereta ini didatangkan langsung dari India. Setiap perayaan thaipusham, Rattham selalu digunakan untuk mengangkat patung Dewa Muruga,” katanya, Jumat (17/1/2019).

Arak-arakan Rattham menjadi bagian penting dalam perayaan Thaipusam. Arak-arakan ini jugalah yang menjadi simbol turunnya Dewa Muruga ke bumi untuk melihat umatnya serta memberkati mereka yang merayakan Thaipusam. Kalangan umat juga biasanya akan menerima berkat tersebut dengan melakukan berbagai janji melakukan amal kebaikan.

“Jadi para umat yang hadir di Kuil umumnya melakukan nazar terlebih dahulu, untuk membayar niat ada yang mengakat susu di kendi (Palkuddam,kavadhi), hal itu dilakukan biasanya untuk membayar niat mereka agar terhindar dari segala penyakit serta menebus segala dosa,” tuturnya.[JNI]

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Berita

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Berita

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Berita

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Berita

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Berita

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo