Sandiaga Uno Ditolak di Bali, Ini Komentar BPN

Redaksi - Selasa, 26 Februari 2019 04:15 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201902/sandiaga-uno.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | JAKARTA – Terkait penolakan cawapres Sandiaga Uno di Tabanan, Bali. Juru Bicara Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga, Ferdinand Hutahaean menilai sebagai bibit disintegrasi dan perpecahan. Ia meminta Jokowi mengingatkan pendukungnya agar tidak berlaku seperti itu.

“Ini menunjukkan bibit disintegrasi, bibit perpecahan bangsa memang sangat kental tumbuh di zaman Jokowi,” kata Ferdinand saat dihubungi, Selasa, (26/2/2019).

Menurut politikus Partai Demokrat itu, tak seharusnya masyarakat di mana pun, karena berbeda politik menolak siapa pun datang ke wilayahnya. Apalagi ini calon pemimpin Indonesia.

“Ditolak datang berkampanye di satu daerah karena mereka pendukung Jokowi, ini salah. Ini bibit disintegrasi bangsa. Tak mengerti demokrasi, tak memahami perbedaan. Dan mereka bukan orang-orang yang Pancasilais. Orang-orang seperti ini tak mengenal Pancasila,” kata Ferdinand seperti dilansir okezone.

Ia menambahkan, kalau warga yang menolak itu mengenal Pancasila, maka tentu paham sila ketiga dan keempat. Sebab hal ini terkait dengan demokrasi dan persatuan.

“Mengapa mereka menolak calon pemimpinnya datang di daerah. Kalau Prabowo-Sandi yang menang, apakah Bali atau Tabanan Bali akan menyatakan diri merdeka? Kan tidak demikian,” kata Ferdinand.

Ia sangat menyayangkan hal ini. Ferdinand meminta Jokowi sebagai presiden untuk memperkuat persatuan bangsa ini. Tidak justru malah terlibat dalam upaya-upaya seperti ini.

“Karena ini tentu adalah pendukung Pak Jokowi. Maka Pak Jokowi yang harus turun bicara pada pendukungnya agar tak melakukan hal-hal demikian. Karena ini adalah hal tak baik. Bentuk dari ketidakpahaman terhadap demokrasi. Bentuk dari ketidakmengertian tentang perbedaan. Inilah Pancasila yang terancam oleh kelompok seperti ini,” kata Ferdinand.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Berita

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Berita

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Berita

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Berita

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Berita

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Berita

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo