13 Ribu Personil Gabungan Siap Amankan Pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019

Redaksi - Jumat, 22 Maret 2019 06:28 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201903/operasi-mantap-brata-digtara.jpeg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | MEDAN – Lapangan Benteng Medan dipadati 13.002 personil gabungan dari TNI dan Polri. Apel gabungan ini merupakan persiapan Operasi Mantap Brata Toba 2019 dalam rangka kesiapan Pileg dan Pilpres 2019 yang akan dilaksanakan pada 17 April mendatang.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan Apel kesiapan pemilu ini untuk mengukur kekuatan pasukan dalam memberikan pengamanan dan sekaligus menunjukkan kepada publik sinergitas TNI dan Polri serta penyelenggara pemilu dalam mensukseskan pemilu dan menjaga Indonesia. “Pemilu harus berjalan sukses, aman, damai dan tanpa Hoax,” katanya.

Ia menjelaskan, Polri dalam hal ini dibantu dua pertiga kekuatan TNI. Nantinya semua personil sudah dibekali tugas dan tanggungjawab dan akan selalu berkordinasi satu dengan yang lainnya, Jumat (22/3/2019).

Sesuai amanat Menko Polhukam, kata Agus, kita akan menindak tegas baik pelaku perseorangan maupun kelompok yang menganggu keamanan Pemilu. Pola pengamanan sendiri tergantung dari karakteristik daerah, karena setiap daerah berbeda beda.”Semua daerah mendapatkan pengamanan prioritas, meskipun ada beberapa daerah yang masuk kategori rawan, maka pengamanannya pun akan lebih ditingkatkan,” ucapnya.

Sementara itu, Pangdam I/BB Mayjen TNI MS Fadhilla mengatakan ada 9 ribu pasukan TNI yang diperbantukan untuk membantu tugas Polri. “Pastinya kita mendukung dan memback up. Jumlah ini bisa saja bertambah, yang terpenting pemilu berjalan sukses dan aman,” paparnya.

Fadhilla juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mensukseskan pelaksanaan pemilu terutama dalam memberantas hoax. “Semua pihak bertanggungjawab, tidak hanya TNI dan Polri. Pastinya pemilu tanpa hoax merupakan pemilu yang sehat,” pungkasnya. (Put)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Hukum

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Hukum

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Hukum

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Hukum

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Hukum

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Hukum

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo