digtara.com – Pioner antivirus John McAfee, ditemukan tewas diduga akibat bunuh diri di penjara Barcelona. Spanyol, Rabu (23/6/2021).
Hal itu terjadi setelah pengadilan tinggi Spanyol mengizinkan ia di ekstradisi ke Amerika Serikat atas tuduhan penggelapan pajak.
McAfee yang pernah bekerja untuk NASA, Xerox, dan Lockheed Martin sebelum meluncurkan anti-virus komersial pertama di dunia pada 1987.
Dia lalu menjual perusahaan antivirus McAfee ke Intel (INTC.O) pada 2011, dan tidak lagi terlibat dalam bisnis tersebut.
Dikutip dari AFP, sejak menjadi kaya raya pada 1980-an berkat antivirus, McAfee menjadi guru kriptokurensi dan mengklaim dapat menghasilkan uang 2.000 dollar AS (Rp 28,8 juta) sehari.
Namun akhir-akhir ini, berusia 75 tahun itu, terlibat dengan serangkaian masalah hukum di AS.
Mayatnya ditemukan dipenjara dan diduga bunuh diri.
McAfee ditemukan tewas di selnya di penjara dekat Barcelona pada Rabu sekitar pukul 1 siang. Saat itu, ia sempat ditangani oleh petugas medis darurat.
Kematiannya terjadi setelah putusan dari panel tiga hakim di Pengadilan Nasional Spanyol di Madrid minggu ini.
Putusan itu mengharuskan McAfee diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan di negara asalnya. Dokumen pengadilan menyebut, ia masih bisa mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi.
McAfee ditangkap di Spanyol pada Oktober setelah didakwa di Amerika Serikat karena penggelapan pajak beberapa bulan sebelumnya. Tak disebutkan jumlah utang dalam surat dakwaan.
Dia diduga tidak membayar pajak selama empat tahun meski telah menghasilkan pendapatan jutaan dollar 2014 dan 2018.
Menurut dokumen pengadilan, pendapatan ini diperoleh dari mempromosikan cryptocurrency, pekerjaan konsultasi, ceramah, dan menjual hak atas kisah hidupnya untuk sebuah film dokumenter.
Dalam sidang virtual di pengadilan Spanyol awal bulan ini, McAfee berpendapat bahwa tuduhan penggelapan pajak di AS bermotif politik.
Pioner Antivirus John McAfee Ditemukan Tewas, Diduga Bunuh Diri di Penjara
Pendiri sekaligus pioner antivirus John McAfee, ditemukan tewas diduga akibat bunuh diri di penjara Barcelona. Spanyol, Rabu (23/6/2021).Hal itu terjadi setelah pengadilan tinggi Spanyol mengizinkan ia di ekstradisi ke Amerika Serikat atas tuduhan penggelapan pajak.
McAfee yang pernah bekerja untuk NASA, Xerox, dan Lockheed Martin sebelum meluncurkan anti-virus komersial pertama di dunia pada 1987.
Dia lalu menjual perusahaan antivirus McAfee ke Intel (INTC.O) pada 2011, dan tidak lagi terlibat dalam bisnis tersebut.
Dikutip dari AFP, sejak menjadi kaya raya pada 1980-an berkat antivirus, McAfee menjadi guru kriptokurensi dan mengklaim dapat menghasilkan uang 2.000 dollar AS (Rp 28,8 juta) sehari.
Namun akhir-akhir ini, berusia 75 tahun itu, terlibat dengan serangkaian masalah hukum di AS.
Mayatnya ditemukan dipenjara dan diduga bunuh diri.
McAfee ditemukan tewas di selnya di penjara dekat Barcelona pada Rabu sekitar pukul 1 siang. Saat itu, ia sempat ditangani oleh petugas medis darurat.
Kematiannya terjadi setelah putusan dari panel tiga hakim di Pengadilan Nasional Spanyol di Madrid minggu ini.
Putusan itu mengharuskan McAfee diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan di negara asalnya. Dokumen pengadilan menyebut, ia masih bisa mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi.
McAfee ditangkap di Spanyol pada Oktober setelah didakwa di Amerika Serikat karena penggelapan pajak beberapa bulan sebelumnya. Tak disebutkan jumlah utang dalam surat dakwaan.
Dia diduga tidak membayar pajak selama empat tahun meski telah menghasilkan pendapatan jutaan dollar 2014 dan 2018.
Menurut dokumen pengadilan, pendapatan ini diperoleh dari mempromosikan cryptocurrency, pekerjaan konsultasi, ceramah, dan menjual hak atas kisah hidupnya untuk sebuah film dokumenter.
Dalam sidang virtual di pengadilan Spanyol awal bulan ini, McAfee berpendapat bahwa tuduhan penggelapan pajak di AS bermotif politik.