digtara.com – Video warga memukuli seseorang yang terpapar Covid-19 viral dan ramai dipergunjingkan di media sosial. Ada kesan warga memperlakukan orang yang terpapar Covid-19 dengan cara yang kejam. Namun fakta sebenarnya tidak demikian.
Kejadian ini viral melalui rekaman video berdurasi singkat yang diunggah melalui akun Instagram milik jhosua lubis, Jumat 23 Juli 2021.
Berdasarkan keterangan pengunggah, pria tersebut adalah warga yang terkonfirmasi Covid-19. Pasien Covid-19 dianiaya oleh sekelompok warga menggunakan bambu dan diduga diseret dengan tali itu lantas viral di media sosial.
Baca:Â Fakta Viral Pasien Covid-19 Dipukuli di Toba: Lari dari RS, Meludahi, Mengejar dan Memeluk Warga
Pengunggah menjelaskan, peristiwa itu terjadi di Desa Sianipar Bulu Silape Kecamatan Silaen, Tobasa, Sumatera Utara pada Kamis (22/7/2021). Korbannya bernama Salamat Sianipar (45).
Peristiwa itu langsung membuat aparat dan pemerintah setempat turun tangan. Dan ternyata yang terjadi tidak demikian.
https://www.instagram.com/p/CRtl2Elgi7E/
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi menjelaskan bagaimana peristiwa itu bisa terjadi. Ternyata warga kesal dan ingin mengamankan seorang pasien Covid-19, Selamat Sianipar yang lari saat isolasi mandiri (Isoman).
“Itu dilakukan warga sebagai tindakan mengamankan karena yang bersangkutan teriak-teriak bahwa tidak ada Covid. Yang bersangkutan (Selamat) keluar rumah sambil meludahi orang yang berpapasan dengan dia dan memeluk orang. Setelah diamankan, yang bersangkutan juga langsung dibawa ke rumah sakit di Silaen, namun sudah 2 kali lari dari rumah sakit,†kata Hadi usai meninjau lokasi kejadian di Kabuapten Toba, Minggu (25/7/21) dini hari.
Hadi mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan pemeriksaan kepada keluarga dan warga kampung atas peristiwa itu.“Warga yang ikut mengamankan saat itu juga sudah diambil keterangan untuk klarifikasi kejadian video yang viral tersebut,†jelasnya.
Kronologisnya
Menurut data yang diperoleh, awalnya Selamat Sianipar dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 di klinik IT DEL Laguboti pada, Rabu (21/7/21).
Selanjutnya, Selamat Sianipar disarankan dokter agar menjalani isolasi mandiri di suatu rumah di dekat kediamannya. Tempat isolasi mandiri tersebut atas kesepakatan warga dan keluarga.
Namun, setelah beberapa jam Isoman, dirinya pulang ke rumahnya. Semenjak itu, Selamat bertingkah aneh seperti depresi. Ia pun sering keluar rumah dan mengganggu warga sekitar.
Bahkan, dirinya dengan sengaja memeluk dan meludahi warga agar orang lain juga terpapar Covid-19. Melihat, Selamat bertingkah aneh, warga sekitar pun dengan terpaksa mengamankannya.
Hal ini dilakukan agar tidak ada warga yang terkonfirmasi Covid-19. Namun, pria tersebut berhasil melarikan diri ke hutan di Seputaran Desa Pardomuan Kecamatan Silaen Kabupaten Toba.
Pada, Jumat (23/7/21), Salamat berhasil diamankan warga di depan Gereja HKBP Desa Pardomuan Kecamatan Silaen Kabupaten Toba. Kemudian, pasien Covid-19 itu dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Porsea.
Namun, beberapa jam dirawat, Selamat melarikan diri dari rumah sakit. Pada, Sabtu (24/7/21), ia ditemukan warga di depan perumahan DL Sitorus Desa Siantar Narumonda VI Kecamatan Siantar Narumonda Kabupaten Toba.
Karena warga merasa ketakutan dengan penyebaran Covid-19, Selamat pun diamankan warga sekitar dan dievakuasi ke rumah sakit. Tapi dalam perjalanan menggunakan ambulance, si pasien mengamuk dan memukul supir.
Selanjutnya, pihak kepolisian Polres Toba membujuk pria itu untuk mau dirawat di rumah sakit. Saat ini pria tersebut sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Porsea.
viral pasien covid-19