digtara.com | MEDAN – Badan Kenaziran Masjid (BKM) Nurul Amin, Desa Silau Lama, Kecamatan Silau Laut, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, membantah adanya deklarasi dukungan terhadap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, saat kegiatan yang digelar Polres Asahan di Masjid Nurul Amin pada Januari 2019 lalu. Video deklarasi yang belakangan diketahui sebagai berita hoaks itu, kini menjadi viral di kalangan warganet.
Ketua BKM Nurul Amin, Zulkifli (53) mengatakan, kegiatan yang dilakukan Polres Asahan murni sosialisasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta bahaya narkoba. Sosialisasi itu dibutuhkan warga dalam rangka menjadikan kampanye Silau Laut mendunia di tahun 2020.
“Tidak benar itu (deklarasi dukungan). Yang ada hanya sosialisasi kamtibmas dan bahaya narkoba. Itu sangat diharapkan oleh masyarakat di sini. Kami ingin tingkat keamanan yang baik dan tidak ada narkoba di sini,”kata Zulkifli.
Zulkifli menyebutkan, saat sosialisasi itu, dia hadir di lokasi tersebut. Dia pun merasa ikut bertanggungjawab untuk ikut menegaskan bahwa tidak ada deklarasi dukungan seperti yang terekam dalam video viral itu.
“Dan sekali lagi saya katakan itu tidak benar,”tegasnya.
Sebelumnya beredar sebuah video yang berisi rekaman perangkat desa dan pejabat kepolisian di Asahan, yang menyatakan dukungan terhadap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Video itu kemudian menjadi viral setelah diunggah ke sosial media.
Belakangan, Polda Sumut melakukan investigasi atas video tersebut. Hasilnya, Polisi menyebut video itu hoaks dan telah disunting (edit) sebelumnya.
[AS]