digtara.com – Peristiwa tak lazim terjadi di Jerman berupa banjir bandang dan badai telah mengakibatkan jumlah korban tewas mencapai 180 orang. Sementara 150 orang masih hilang.
Wilayah Rhineland-Palatinate menjadi yang paling parah dilanda banjir pada Senin (19/7/2021) lalu itu. Tercatat sebanyak 132 orang tewas dan 766 terluka, menurut polisi. Sementara masih ada 149 orang hilang di wilayah tersebut.
“Kami tidak berasumsi bahwa jumlah kematian akhir akan meningkat sebanyak itu,” kata Menteri Dalam Negeri Roger Lewentz melansir AFP, Sabtu (24/7/2021).
Dia menambahkan, daftar itu termasuk orang-orang yang sedang berlibur.
Polisi tengah melakukan pencarian dengan bantuan helikopter dan sekitar 30 anjing pelacak.
“Saya tidak tahu apakah kita bisa menemukan semua yang tewas,” kata Lewentz.
Sementara, di wilayah tetangga Rhine-Westphalia Utara, 47 orang tewas. Polisi Cologne mengatakan mereka sedang mencari dua orang yang hilang.
Satu orang juga meninggal di Belanda. Sementara di wilayah Belgia menyumbang 36 kematian, menjadikan total korban di Eropa menjadi 216.
Ilmuwan Bingung
Banjir parah yang melanda sebagian wilayah Eropa terutana Jerman merupakan fenomena tak biasa.
Di sebagian wilayah Jerman, hujan turun 148 liter per meter persegi hanya dalam waktu 4 jam. Padahal biasanya sepanjang bulan Juli di Jerman, skala hujan hanya sampai 80 liter.
“Saya terkejut begitu jauhnya hujan ini dari rekor sebelumnya,” kata Dieter Gerten, profesor iklim di Potsdam Institute for Climate Impact Research yang dikutip detikINET dari Guardian.
Gerten tumbuh besar di salah satu desa yang terdampak banjir. Ia menceritakan kadang di sana terjadi banjir, tapi belum pernah separah kali ini. Hujan juga turun lebat tapi hanya menimpa sebagian kecil area dan sungai pun tidak naik airnya.
“Peristiwa kali ini sama sekali tidak biasa untuk wilayah tersebut. Waktu terjadinya lama dan berdampak pada wilayah yang luas,” kata dia.