MenPPPA Arifatul Dorong Haji yang Ramah bagi Perempuan, Lansia dan Disabilitas

Haji 2025
Ahsan Fauzi - Jumat, 13 Juni 2025 15:45 WIB
MCH 2025
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU, Arifatul Choiri Fauzi
digtara.com -Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) sekaligus Ketua Umum PP Muslimat NU, Arifatul Choiri Fauzi, mengapresiasi dedikasi para petugas haji Indonesia yang telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah di Tanah Suci. Di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan, ia melihat semangat luar biasa dari para petugas untuk melayani.

"Pertama, saya ingin memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk seluruh petugas haji kita. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, saya melihat semangat luar biasa dari mereka untuk memberikan layanan terbaik kepada para jemaah," ujar Menteri Arifatul Choiri Fauzi di Jeddah dilansir dari kemenag.or.id, Selasa (10/6/2025).

Namun demikian, Menteri Arifatul menekankan pentingnya penguatan layanan agar lebih inklusif, terutama bagi jemaah perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas yang jumlahnya terus meningkat.

Perlu Penyesuaian Jumlah Petugas Perempuan

"Tahun ini, sekitar 55 hingga 60 persen jemaah kita adalah perempuan. Maka, komposisi petugas, khususnya petugas perempuan, harus disesuaikan agar bisa memberikan pelayanan yang optimal," jelas Arifatul.

Ia juga menyoroti minimnya jumlah pembimbing ibadah perempuan. Menurutnya, perempuan memiliki kebutuhan bimbingan ibadah yang berbeda dengan laki-laki, dan ada hal-hal yang lebih nyaman bila dikonsultasikan kepada pembimbing perempuan.

Fasilitas yang Responsif Gender

Menteri Arifatul juga mengingatkan perlunya peningkatan fasilitas yang ramah perempuan. Salah satu contohnya adalah ketersediaan toilet.

"Durasi penggunaan toilet bagi perempuan lebih lama. Maka, sebaiknya jumlah fasilitas toilet untuk perempuan diperbanyak dibandingkan laki-laki. Ini perlu menjadi perhatian dalam perencanaan layanan," paparnya.

Pentingnya Petugas yang Paham Bahasa Daerah

Selain itu, Menteri PPPA juga mendorong agar ke depan lebih banyak petugas haji yang memahami bahasa daerah.

"Banyak jemaah kita berasal dari masyarakat akar rumput, yang mungkin belum pernah keluar kampung atau naik pesawat. Kehadiran petugas dari daerah yang sama, yang paham bahasa dan budaya lokal, akan sangat membantu secara psikologis," tuturnya.

Ia juga menegaskan pentingnya pelatihan berkala bagi seluruh petugas agar mereka benar-benar memahami peran dan tanggung jawabnya.

Menteri Arifatul juga mengusulkan agar pendamping bagi jemaah yang membutuhkan bantuan penuh menandatangani pakta integritas, agar tidak meninggalkan jemaah yang didampingi. "Petugas haji kita jumlahnya terbatas. Mereka membantu, tetapi tidak bisa sepenuhnya menggantikan peran keluarga. Maka, kerja sama semua pihak sangat penting," tegasnya.

Ketua Umum PP Muslimat NU itu juga berkomitmen untuk terus mengawal penguatan penyelenggaraan haji yang lebih ramah perempuan dan inklusif. "Ini menjadi aspirasi kami bersama. Saya berharap ke depan akan ada diskusi khusus antar-kementerian, antara Indonesia dan Saudi, untuk mendorong layanan haji yang makin adil dan berkeadilan bagi semua," pungkasnya. (San).


Tag:

Berita Terkait

Internasional

Petugas Haji 2026 Ramah-ramah, Top Banget Pelayanannya

Internasional

Rustiningsih Teteskan Air Mata Ceritakan Pengalamannya Dampingi Jemaah Lansia 85 Tahun Selama di Tanah Suci

Internasional

Rela Jual Sawah Untuk Naik Haji, Doa Ingin Dapat Jodoh

Internasional

Dirjen Puji Raharjo: Pelayanan Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan Tak Sekedar Tagline, Banyak Testimoni Jemaah Puas

Internasional

Penyandang Tunanetra Apresiasi Layanan Haji 2026, Harapkan Regulasi Disabilitas Segera Diimplementasikan

Internasional

PPDI Kalsel Apresiasi Layanan Haji Ramah Disabilitas, Usulkan Pendataan Lebih Detail