digtara.com -Iran dilaporkan menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru, menggantikan ayahnya Ali Khamenei. Perkembangan politik tersebut langsung memicu gejolak di pasar energi global, dengan harga minyak dunia melonjak tajam.
Penunjukan
Mojtaba Khamenei terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Para pelaku pasar menilai perubahan kepemimpinan di
Iran berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan sekaligus arah kebijakan energi negara tersebut.
Lonjakan harga minyak terjadi karena pasar mengantisipasi potensi gangguan pasokan energi global apabila ketegangan regional semakin meningkat. Iran merupakan salah satu produsen minyak penting di dunia, sehingga setiap perubahan politik di negara tersebut sering memengaruhi sentimen pasar.
Selain itu, konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa hari terakhir juga turut memperburuk kekhawatiran pasar terhadap keamanan jalur distribusi energi di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Operasi Militer Lawan Iran, AS Rugi Rp91 Triliun dalam 100 Jam Operation Epic Fury Kondisi tersebut membuat
harga minyak mentah melonjak karena investor dan trader memperkirakan risiko pasokan akan meningkat dalam waktu dekat.
Pengamat energi menilai bahwa perkembangan politik di Iran dalam beberapa hari ke depan akan menjadi faktor penting yang menentukan arah pergerakan harga minyak global.
Jika ketegangan geopolitik terus meningkat, harga minyak berpotensi tetap berada dalam tren kenaikan seiring meningkatnya premi risiko di pasar energi internasional.