digtara.com - Pemerintah Iran resmi membuka kembali Selat Hormuz untuk aktivitas pelayaran internasional. Kebijakan ini memberikan angin segar bagi distribusi energi global yang sebelumnya terganggu akibat ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menegaskan bahwa jalur strategis tersebut kini telah dibuka sepenuhnya bagi kapal komersial dari berbagai negara.
Nasib Kapal Pertamina di Selat Hormuz
Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz Hari Ini, Kapal Tanker Putar Balik di Oman Picu Kekhawatiran Global Seiring dibukanya
Selat Hormuz, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan penjelasan terkait dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang sempat tertahan di wilayah tersebut.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyatakan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi intensif agar kapal-kapal tersebut dapat segera melanjutkan perjalanan.
"Pemerintah terus melakukan upaya negosiasi agar kapal milik Indonesia bisa melintas. Sebelumnya juga sudah ada sinyal positif dari pemerintah Iran," ujar Dwi Anggia dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).
Adapun dua kapal yang dimaksud adalah VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Peran Kapal dalam Distribusi Energi
Kapal Gamsunoro diketahui membawa kargo milik pihak ketiga (third party). Sementara itu, VLCC Pertamina Pride tengah menjalankan misi penting, yakni mengangkut minyak mentah jenis light crude oil untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri.
Baca Juga: Selat Hormuz Lumpuh, Harga Minyak Dunia Melambung Tembus 82 Dolar AS Pemerintah berharap dengan dibukanya kembali
Selat Hormuz, aktivitas pelayaran dapat berangsur normal sehingga distribusi energi tidak terganggu.
Dampak Positif bagi Pasokan Energi Indonesia
Menurut Dwi Anggia, pembukaan kembali jalur strategis ini merupakan perkembangan positif bagi stabilitas pasokan energi global, termasuk Indonesia.
"Kami berharap proses pelayaran kembali normal secara bertahap. Pemerintah terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi energi tetap lancar," jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kondisi ini memberikan kepastian terhadap jalur distribusi energi yang sebelumnya sempat terganggu akibat dinamika geopolitik di kawasan Teluk.
Dibukanya kembali Selat Hormuz oleh Iran menjadi kabar baik bagi sektor energi global. Bagi Indonesia, langkah ini membuka peluang bagi kapal Pertamina untuk kembali melintas dan menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Baca Juga: Serangan AS-Israel ke Iran Ancam Harga Minyak dan Picu Risiko Resesi Global