digtara.com -Dampak konflik antara Iran dan Israel semakin terasa di dalam negeri, khususnya di wilayah Tel Aviv.
Lebih dari 1.000 rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga tidak layak huni akibat serangan rudal dan drone yang diluncurkan
Iran.
Informasi ini disampaikan oleh Wali Kota Tel Aviv, Ron Huldai, seperti dikutip dari media lokal Channel 12.
Ribuan Apartemen Terdampak Serangan
Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz Hari Ini, Kapal Tanker Putar Balik di Oman Picu Kekhawatiran Global Menurut Huldai, ribuan apartemen di
Tel Aviv terdampak langsung sejak konflik meningkat pada akhir Februari 2026.
Serangan balasan dari Iran terjadi secara berulang dan menyasar sejumlah kota besar di Israel.
Selain Tel Aviv, wilayah seperti Ramat Gan dan Bnei Brak juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Kerusakan terjadi akibat hantaman langsung rudal maupun serpihan dari sistem pertahanan udara yang berusaha mencegat serangan.
Korban dan Infrastruktur Terdampak
Selain bangunan tempat tinggal, sejumlah kendaraan dan infrastruktur umum juga mengalami kerusakan.
Baca Juga: Rudal Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait, Ketegangan Timur Tengah Meningkat Laporan menyebutkan lebih dari 100 warga sipil
Israel mengalami luka-luka akibat serangan yang menyasar wilayah selatan, termasuk kota Dimona yang berada dekat fasilitas nuklir.
Meski demikian, otoritas Israel disebut belum sepenuhnya membuka data korban secara rinci kepada publik.
Kerugian Ekonomi Tembus Miliaran Dolar
Konflik yang telah berlangsung sekitar 40 hari ini menimbulkan beban ekonomi besar.
Biaya perang antara Israel melawan Iran dan kelompok sekutu diperkirakan mencapai 17,5 miliar dolar AS.
Angka tersebut belum termasuk biaya pemulihan infrastruktur dan kerugian akibat terganggunya aktivitas ekonomi.
Baca Juga: Iran Tunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Baru, Harga Minyak Dunia Melonjak
Lonjakan Klaim Kompensasi Warga
Dampak langsung juga terlihat dari meningkatnya klaim kompensasi.
Sekitar 30.000 warga Israel telah mengajukan permohonan ganti rugi atas kerusakan properti, termasuk rumah, kendaraan, dan aset lainnya.
Kementerian Keuangan Israel memperkirakan biaya kompensasi hingga awal April telah mencapai miliaran shekel.
Baca Juga: Iran Tutup Selat Hormuz Hari Ini, Kapal Tanker Putar Balik di Oman Picu Kekhawatiran Global Upaya Perdamaian Masih Buntu
Meski gencatan senjata sementara telah diberlakukan, upaya menuju perdamaian permanen masih belum menemukan titik terang.
Kantor berita Tasnim melaporkan belum ada kepastian terkait kelanjutan perundingan. Sementara itu, kantor berita IRNA menyebut Teheran menolak dialog lanjutan karena menganggap tuntutan Amerika Serikat tidak konsisten.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri
Iran, Esmaeil Baghaei, bahkan menyebut sejumlah langkah sebagai pelanggaran kesepakatan dan berpotensi menjadi kejahatan perang.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump dikabarkan akan mengirim delegasi ke Islamabad untuk melanjutkan upaya negosiasi.
Serangan Iran ke Israel telah menimbulkan kerusakan besar pada ribuan rumah di Tel Aviv serta memicu dampak ekonomi signifikan. Hingga kini, situasi masih belum stabil dan proses perdamaian masih menghadapi berbagai hambatan.
Baca Juga: Rudal Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait, Ketegangan Timur Tengah Meningkat