digtara.com - Pemerintah Arab Saudi terus melakukan berbagai inovasi dan peningkatan infrastruktur guna memastikan kenyamanan jemaah haji di tengah tantangan cuaca ekstrem. Untuk musim haji tahun 2026, otoritas terkait dilaporkan bakal memperluas area pendingin (cooling area) di Padang Arafah hingga mencapai luas 272 ribu meter persegi.
Dilansir dari laman resmi Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) pada Selasa (05/05/2026), langkah ini diambil sebagai bagian dari proyek strategis untuk meminimalisir dampak panas menyengat yang kerap menyertai puncak pelaksanaan ibadah haji, khususnya saat prosesi wukuf.
Proyek ini mencakup pemasangan sistem kabut air (mist cooling) dan penataan ruang terbuka hijau yang lebih luas di kawasan-kawasan yang menjadi titik kumpul jemaah. Dengan perluasan yang signifikan ini, diharapkan suhu udara di sekitar tenda-tenda jemaah dapat ditekan secara efektif sehingga risiko heatstroke dapat berkurang.
Mengenai komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan infrastruktur ini, Ketua Umum Himpuh, Muhammad Taufit, memberikan apresiasinya terhadap langkah proaktif yang diambil oleh otoritas Arab Saudi. Beliau menekankan bahwa aspek kesehatan jemaah sangat bergantung pada fasilitas pendingin yang memadai di lapangan.
Baca Juga: Dashboard Haji 2026 Dapat Diakses Publik, Kemenhaj Perkuat Transparansi Layanan Jemaah "Kami sangat mengapresiasi upaya
Pemerintah Arab Saudi yang terus menambah fasilitas pendingin di
Arafah. Luas area yang mencapai 272 ribu meter persegi ini tentu akan sangat membantu jemaah dalam menjaga kondisi fisik mereka agar tetap stabil saat menjalankan puncak ibadah haji," ujar Muhammad Taufit dalam keterangannya.
Selain perluasan area pendingin, otoritas terkait juga dikabarkan tengah menyiapkan integrasi teknologi pemantauan suhu real-time di sepanjang jalur pergerakan jemaah. Hal ini bertujuan agar petugas di lapangan dapat merespons dengan cepat jika terdapat titik-titik lokasi yang mengalami kenaikan suhu secara drastis.
Dengan persiapan yang dilakukan sejak jauh hari, musim haji 2026 diharapkan dapat berjalan lebih kondusif dan ramah bagi para jemaah, terutama bagi lansia yang sangat rentan terhadap cuaca panas di Tanah Suci. (San).