Tren Kesiapan Ihram Jemaah Gelombang 2 di Bandara Jeddah Makin Tertib

Haji 2026
Ahsan Fauzi - Minggu, 17 Mei 2026 01:18 WIB
Ahsan Fauzi / MCH 2026
Kepala Seksi Pembimbing Ibadah Daerah Kerja Bandara, Anis Diyah Puspita

digtara.com - Kesiapan jemaah haji Indonesia gelombang 2 dalam mengenakan ihram setibanya di Bandara King Abdul Aziz Jeddah menunjukkan perkembangan yang semakin baik. Jemaah yang langsung bergerak menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib kini dinilai lebih tertib dibandingkan masa awal kedatangan.Kepala Seksi Pembimbing Ibadah Daerah Kerja Bandara, Anis Diyah Puspita, mengatakan bahwa kondisi jemaah setibanya di Jeddah secara umum sudah lebih kondusif. Meski demikian, petugas masih menemukan beberapa jemaah yang perlu diarahkan kembali terkait ketentuan berpakaian saat sudah berniat ihram.

"Secara umum, alhamdulillah sudah kondusif. Jemaah sudah semakin tertib, meskipun masih ada kita temukan beberapa jemaah laki-laki memakai kaus kaki atau sepatu saat tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah, padahal statusnya sudah berniat ihram," ujar Anis di Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, Sabtu (16/05/2026).

Menurut Anis, kondisi saat ini jauh lebih baik dibandingkan hari-hari awal kedatangan jemaah gelombang 2. Pada awal kedatangan, petugas masih menemukan jemaah bahkan sebagian petugas kloter yang tiba dengan pakaian biasa, belum melaksanakan salat sunah ihram, hingga memaksakan diri mandi ihram di bandara.

"Jika awal-awal masih ditemui jemaah bahkan petugas kloter yang memakai pakaian biasa, belum salat sunah ihram, bahkan memaksakan diri mandi ihram di Bandara Jeddah, setelah dilakukan pengarahan langsung oleh Kemenhaj kepada petugas di embarkasi, saat ini kondisi di lapangan sudah nampak lebih tertib," jelasnya.

Ia menyebut, beberapa kendala yang banyak muncul di awal kedatangan antara lain jemaah laki-laki masih mengenakan kaus dan celana, memakai jaket, kaus kaki, dan sepatu, serta belum melaksanakan salat wajib yang seharusnya dikerjakan selama di pesawat. Ada pula jemaah yang belum melaksanakan salat sunah ihram sehingga ingin melakukannya setibanya di bandara, padahal kondisi di area kedatangan tidak memungkinkan.

Saat ini, lanjut Anis, sebagian besar jemaah dan petugas kloter sudah lebih memahami alur dan ketentuan yang harus dipenuhi sebelum tiba di Jeddah. Namun, petugas tetap melakukan pemantauan dan pendampingan, terutama kepada jemaah yang belum sempurna mengenakan kain ihram.

Baca Juga: Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Fokus Layani Jemaah di Makkah

"Dari embarkasi tertentu masih banyak kita temui jemaah laki-laki yang belum sempurna mengenakan baju ihram, misalnya nampak pusar, kain ihram bawah belum tepat sehingga aurat terbuka saat berjalan, masih memakai kaus kaki dan sepatu. Untuk jemaah perempuan, masih ada yang memakai cadar," terang Anis.

Anis menegaskan, perubahan paling signifikan saat ini terlihat dari meningkatnya kepatuhan jemaah dan petugas kloter dalam menerapkan standar operasional prosedur. Jemaah umumnya sudah memakai ihram dengan benar dan telah melaksanakan sunah-sunah ihram sebelum tiba di Jeddah.

"Yang jelas, baik petugas kloter maupun jemaah lebih tertib dalam menerapkan SOP. Mereka sudah berpakaian ihram dengan benar, melakukan sunah-sunah ihram, sehingga setibanya di Jeddah tinggal memastikan apabila masih ada satu atau dua jemaah yang lupa belum berniat ihram," katanya.

Untuk jemaah lanjut usia dan risiko tinggi, petugas memberikan pendampingan khusus, termasuk bimbingan niat ihram bersyarat atau isytirath. Bimbingan ini diberikan sebagai antisipasi apabila dalam perjalanan ibadah jemaah mengalami halangan kesehatan atau kendala lain yang membuat ibadah tidak dapat diselesaikan dengan sempurna.

"Untuk jemaah lansia dan risti, kami bimbing niat ihram dengan syarat atau isytirath. Ini untuk mengantisipasi apabila dalam perjalanan ibadahnya tidak bisa selesai dengan sempurna akibat halangan, seperti faktor kesehatan atau hal lain yang menjadi kendala. Dengan demikian, jika betul terjadi, jemaah tersebut dapat langsung bertahalul tanpa terkena kewajiban dam," jelasnya.

Anis mengimbau jemaah yang akan mendarat di Jeddah dan langsung menuju Makkah agar menjaga kesehatan dan tidak memaksakan diri melakukan amalan sunah apabila kondisi fisik tidak memungkinkan. Menurutnya, menjaga stamina menjadi hal penting karena jemaah masih harus menghadapi rangkaian ibadah hingga puncak haji.

"Jemaah kami imbau agar tetap menjaga kesehatan, beribadah sesuai dengan kemampuan, tidak memaksakan diri untuk hal-hal yang sifatnya sunah agar kondisi tetap sehat sehingga bisa menghadapi puncak haji dengan kesehatan yang prima," ujarnya.

Ia juga mengingatkan jemaah agar selama perjalanan dari Jeddah menuju Makkah memperbanyak talbiyah, zikir, dan doa. Selain itu, jemaah diminta mematuhi larangan-larangan ihram agar pelaksanaan ibadah berjalan lebih tertib dan sempurna.

"Selama perjalanan dari Jeddah ke Makkah, jemaah hendaknya memperbanyak talbiyah, zikir, dan doa, serta mematuhi larangan-larangan ihram agar ibadahnya lebih sempurna," tutup Anis. (San).

Baca Juga: Berbekal Video-video Sederhana, Moh Kamil Jemaah Asal Madura Mantapkan Diri Pilih Berhaji Mandiri


Editor
: Ahsan Fauzi

Tag:

Berita Terkait

Internasional

Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Fokus Layani Jemaah di Makkah

Internasional

Berbekal Video-video Sederhana, Moh Kamil Jemaah Asal Madura Mantapkan Diri Pilih Berhaji Mandiri

Internasional

Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Fokus Layani Jemaah di Makkah

Internasional

Bimbad PPIH Daker Bandara Ajak Semua Petugas Haji Beri Pendampingan Optimal bagi Jemaah Berkebutuhan Khusus

Internasional

Kemenhaj Minta Jemaah Bayar Dam Lewat Saluran Resmi

Internasional

Kemenhaj Pastikan Pendampingan Khusus Jemaah Lansia, Disabilitas dan Perempuan