digtara.com - Saudia Airlines resmi menuntaskan fase pertama kedatangan jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi.Manager Supporting Team - Saudia Indonesia, Januardi Syafri, menyampaikan seluruh proses kedatangan berjalan lancar dan kini maskapai fokus menyiapkan fase pemulangan jemaah ke Tanah Air.
"Hari ini Saudia Airlines dengan pesawat Surabaya kloter 119 sudah mengakhiri fase pertama kedatangan jemaah haji Indonesia. Alhamdulillah semua berjalan baik dan lancar," ujar Januar usai rapat evaluasi kedatangan dan persiapan pemulangan di Kantor Urusan Haji (
KUH) Jeddah, Jumat (22/05/2026).
Ia mengatakan, fase pemulangan jemaah akan segera dimulai dengan persiapan matang, baik dari sisi operasional penerbangan maupun kesiapan fisik jemaah.
Menurut Januar, jemaah diimbau menjaga kondisi kesehatan menjelang kepulangan karena perjalanan pulang membutuhkan stamina yang prima agar seluruh jemaah dapat tiba di Indonesia dengan selamat dan sehat.
"Kami menghimbau bapak ibu jemaah untuk mempersiapkan fisiknya dengan baik karena kepulangan ini juga membutuhkan kondisi tubuh yang prima," katanya.
Untuk gelombang pertama pemulangan, Saudia Airlines akan memberangkatkan jemaah melalui Terminal Haji Bandara Jeddah.
Baca Juga: Seluruh Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Saudi, Kemenhaj Matangkan Layanan Armuzna
Tercatat sekitar 127 kelompok terbang (kloter) akan diterbangkan dari Jeddah dan 121 penerbangan lainnya dari Madinah, sehingga total mencapai 248 penerbangan.
Jemaah yang diberangkatkan dari Jeddah berasal dari sejumlah embarkasi, di antaranya Batam, Palembang, sebagian Jakarta, Jakarta-Bekasi, hingga Surabaya.
"InsyaAllah gelombang pertama dimulai 1 Juni 2026 dengan kloter Batam," ujarnya.
Selain itu, Saudia Airlines juga mengingatkan jemaah terkait aturan bagasi demi kelancaran proses pemulangan.
Penimbangan koper bagasi akan dilakukan dua hari atau 2x24 jam sebelum jadwal keberangkatan.
Januar meminta jemaah mempersiapkan koper lebih awal agar proses penimbangan dan pelabelan berjalan lancar.
Bagi jemaah yang membawa kursi roda pribadi dari Indonesia juga diminta memasukkannya ke bagasi agar dapat diterima kembali dengan baik saat tiba di Tanah Air.
Ia juga kembali menegaskan larangan membawa air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin karena bertentangan dengan aturan penerbangan di Arab Saudi.
"Jangan membawa atau menaruh air zamzam di dalam koper besar ataupun koper kecil. Itu sudah menjadi ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Sebagai gantinya, setiap jemaah nantinya akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter saat tiba di asrama haji di Indonesia.
Baca Juga: Jemaah JKG-27 Muhammad Firdaus Ditemukan Wafat, PPIH Arab Saudi Akan Badalkan Haji untuk Almarhum Di akhir keterangannya, Januar mengimbau jemaah menjaga kedisiplinan selama berada di bandara dan membawa barang sesuai ketentuan demi kelancaran perjalanan pemulangan.
"Tolong patuhi aturan barang bawaan, jangan membawa barang berlebihan, serta tetap menjaga kedisiplinan dan kesopanan selama berada di bandara Arab Saudi supaya perjalanan kita berjalan lancar," tandasnya. (San).