digtara.com - Air mata Darmiati Atmawikarta tak terbendung ketika mengenang doa yang pernah dipanjatkannya di depan Ka'bah 14 tahun silam.Tahun ia pergi haji bersama putra dan putrinya, Brilian Tri Panggah, Ken Utari Ekowati, Dwi Intan Ratna.
Kemudian menantunya, Panca Wahyu Nugroho.
Saat itu, usai menunaikan ibadah haji bersama sang suami pada 2011, ia berdiri menghadap Baitullah sebelum meninggalkan Makkah.
Dengan melambaikan tangan ke arah Kakbah, Darmiati memohon kepada Allah agar suatu hari dapat kembali berhaji bersama anak-anaknya.
Tanpa disadarinya, doa itu benar-benar dikabulkan.
Namun, cara Allah mengabulkannya ternyata berbeda dari yang ia bayangkan.
Baca Juga: Menhaj Dorong Penguatan Layanan Haji dari Asrama hingga Jemaah Kembali ke Daerah
"Di depan Kakbah saya berdoa, semoga suatu saat bisa berangkat lagi bersama anak-anak," ujar Darmiati, jemaah Kloter
SOC 73, saat ditemui di Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz (AMAA) Kota Madinah, Arab Saudi, Kamis (25/06/2026).
Perempuan asal Banyumas Jawa Tengah itu mengaku semula membayangkan akan kembali ke Tanah Suci bersama suami dan anak-anaknya.
Namun, aturan baru penyelenggaraan haji membuat sang suami belum dapat berangkat kembali karena belum memenuhi masa tunggu setelah berhaji sebelumnya.
"Saya kira kami akan berangkat sekeluarga. Ternyata bapaknya harus tertunda," katanya.
Meski begitu, Darmiati tetap bersyukur dapat kembali menjadi tamu Allah bersama anak-anaknya.
Baginya, kesempatan berhaji untuk kedua kalinya merupakan nikmat yang tidak pernah disangka akan datang.
Ia mengaku perjalanan haji tahun ini memberikan pengalaman yang jauh berbeda dibandingkan saat pertama kali berhaji.
Menurutnya, pelayanan kepada jemaah mengalami banyak peningkatan.
"Pelayanannya hebat, bagus sekali. Saya sudah pernah berhaji sebelumnya, sekarang terasa jauh lebih nyaman," ujarnya.
Ia menilai berbagai fasilitas yang disediakan membuat jemaah dapat lebih fokus menjalankan ibadah.
Baca Juga: Tukang Tambal Ban Asal Semarang Dapat Bantuan dari UEA. Wamenhaj: Pak Haji Sulaji Adalah Potret Ketulusan dan Pekerja Keras Masyarakat Indonesia Mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga pelayanan petugas dinilainya berjalan dengan baik.
Meski datang bersama anak-anak, Darmiati mengaku tidak selalu dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah secara bersamaan.
Kepadatan jemaah dan pengaturan operasional membuat beberapa ibadah harus dilaksanakan secara terpisah.
"Tawaf ifadah sendiri-sendiri, lempar jumrah juga sendiri-sendiri. Tetapi kami tetap bersyukur semuanya bisa menunaikan rukun dan wajib haji," katanya.
Di balik rasa syukur itu, tersimpan pula momen haru yang masih membekas di ingatannya.
Salah satunya ketika ia sempat berjalan seorang diri sepulang dari prosesi melontar jumrah.
Saat itu ia tidak mampu menahan tangis karena teringat keluarga dan perjalanan panjang yang telah dilaluinya.
"Banyak sekali momen yang membuat saya menangis selama di Tanah Suci," ujarnya.
Kini, menjelang kepulangan ke Indonesia, Darmiati hanya berharap seluruh anggota keluarganya dapat terus diberi kesehatan dan istiqamah setelah menyandang gelar haji.
Ia juga berharap suatu hari nanti dapat kembali menginjakkan kaki di Tanah Suci bersama suami dan seluruh keluarganya.
Baca Juga: Kompak 100 Persen Jemaah Kloter YIA 15 Kebumen Bayar Dam di Tanah Air, Peternak dan Warga Ikut Merasakan Manfaat "Semoga kami semua menjadi haji yang mabrur dan suatu saat bisa kembali lagi bersama keluarga lengkap," pungkasnya. (San).