Malaysia Lockdown Akibat Virus Korona dan Singapura Terguncang

- Rabu, 18 Maret 2020 06:28 WIB

digtara.com – Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin mengumumkan Malaysia lockdown total selama dua minggu terhitung hari ini, Rabu (18/3/2020). Malaysia akan menutup semua bisnis kecuali toko yang menjual makanan dan kebutuhan sehari-hari.

“Gerakan ini akan dilakukan dari hari ini hingga 31 Maret mendatang,” katanya.

Muhyiddin menjelaskan ini merupakan langkah drastis untuk membendung lonjakan infeksi virus korona. Pemerintah memandang Malaysia Lockdown dengan situasi serius, terutama dengan perkembangan gelombang kedua, seperti dikutip South China Morning Post.

Sementara itu,  Seorang ekonom senior Chua Hak Bin di Maybank Kim Eng Research dikutip dari Bloomberg memperkirakan ada sekitar 400.000 warga Malaysia yang bekerja dan belajar di Singapura.

Pembatasan perjalanan Malaysia merupakan ancaman terbaru terhadap ekonomi Singapura yang sudah terhuyung-huyung akibat wabah virus korona.

“Singapura sangat bergantung pada pekerja dan makanan dari negara tetangganya,” paparnya.

Chua Hak Bin menjelaskan melarang komuter harian pada dasarnya akan memotong hampir sepersepuluh tenaga kerja Singapura. Ini sangat merugikan industri manufaktur dan jasa di Singapura.

Maybank memperkirakan bakal terjadi kontraksi 0,3% pada produk domestik bruto (PDB) Singapura pada tahun 2020. Dan dapat berefek buruk pada perekonomian Singapura.

Persediaan Makanan

Pemerintahan Singapura sedang bekerja dengan perusahaan untuk menemukan solusi sehingga bisa menampung karyawan mereka asal Malaysia. Kerjasama dengan menyediakan hotel, asrama, unit perumahan publik dan apartemen pribadi untuk menawarkan pilihan yang terjangkau.

“Kita sedang mencari jalan keluar dengan memberikan dukungan keuangan bagi perusahaan. Ini bagian dari mencari solusi,” kata Kementerian Tenaga Kerja Singapura.

Pemerintah juga menyakinkan bahwa stok makanan mencukupi dan tidka perlu khawatir.

“Meskipun itu tak terduga dan belum pernah terjadi sebelumnya, saya kira kita hanya harus menunggu dan menilai mengingat itu hanya selama dua minggu,” ujarnya.


Tag:

Berita Terkait

Internasional

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Internasional

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Internasional

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Internasional

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Internasional

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Internasional

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo