digtara.com | BEIJING – Lembaga penelitian milik Akademi Kesehatan Militer China menyatakan kesiapannya untuk memulai tahapan produksi massal vaksin Covid-19 penangkal virus korona (Covid-19).
Seperti dilansir Okezone, pimpinan proyek pengembangan vaksin tersebut, Chen Wei, mengatakan, untuk tahapan awal, mereka akan melakukan uji coba vaksin itu kepada manusia. Uji coba akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
Otoritas terkait sudah memberi izin terkait pengujian tersebut. Vaksin ini dikembangkan dengan melakukan modifikasi genetis pada virus COVID-19. Metode hampir serupa dilakukan oleh peneliti negara lain, berbekal informasi sekuens virus yang tersedia.
Izin terkait uji coba klinis secara luas sebelum memasuki tahap produksi massal dari vaksin tersebut keluar pada 16 Maret 2020. Penelitian serta pengembangan vaksin penangkal virus corona ini disebut sudah dilakukan secara aman. Chen menyebut pihaknya mematuhi aturan internasional yang ada, untuk mengembangkan vaksin secara efektif.
Tim peneliti ini sudah bekerja sejak mendapatkan informasi genetis virus yang berkembang di Wuhan tersebut pada 26 Januari. Belum diketahui secara persis jangka waktu dari pengujian hingga siap diproduksi secara massal untuk digunakan menanggulangi penyebaran virus corona.
Pengembangan vaksin penangkal virus corona sebelumnya telah diungkap sejumlah negara, serta menjadi harapan positif mengatasi pandemi global itu. Pekan lalu, Amerika Serikat menyebut sudah mulai melakukan pengujian kepada sampel manusia sehat terkait vaksin potensialnya, mRNA-1273.
[AS]