Lion Air Stop Operasional 10 Unit Boeing 737 Max 8

Redaksi - Selasa, 12 Maret 2019 04:31 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201903/Lion.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | Pasca Surat Edaran Kementerian Perhubungan, terkait dengan larangan sementara terbang atau temporary grounded pada pesawat Boeing 737 Max 8, pihak Lion Air melakukan pemberhentian pengoperasian sementara pada 10 unit pesawat Boeing 737 Max 8 yang dimilikinya.

Meskipun demikian, pesawat yang digunakan untuk rute penerbangan domestik tersebut dijamin tidak akan mengganggu pelayanan penerbangan.

“Tidak ganggu layanan penerbangan dan tetap berjalan normal. Pemberhentian sementara inipun, untuk adanya inspeksi yang dilakukan Kementerian Perhubungan dalam upaya memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan,” kata Corporate Communications Strategic, Danang Mandala Prihantoro seperti dilansir viva.

Pihaknya juga akan selalu melaksanakan budaya keselamatan (safety culture) dalam setiap operasional penerbangan. Dengan adanya keputusan tersebut bertujuan, agar operasional penerbangan dapat berjalan dengan baik dan tidak terganggu.

Terkait dengan perawatan atau pengecekan pesawat pihak Lion Air juga melakukan beberapa langkah memastikan kelaikan pesawat.

“Lion Air melaksanakan standar operasional prosedur pengoperasian pesawat udara sesuai dengan aturan dan petunjuk dari pabrik pembuat pesawat, termasuk pemeliharaan pesawat, pengecekan komponen pesawat, pelatihan awak pesawat,” katanya.

Kementerian Perhubungan mengeluarkan surat edaran, setelah insiden jatuhnya pesawat jenis tersebut milik maskapai Ethiopia Airlines di Nairobi beberapa menit, usai lepas landas dari Addis Adaba yang menewaskan seluruh penumpang dengan jumlah 157 penumpang.

Kasusnya hampir serupa dengan maskapai Lion Air JT610, yang jatuh di perairan Pulau Jawa pada Oktober 2018 lalu dan menewaskan 189 orang di dalamnya, setelah beberapa menit lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pangkal Pinang.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kabar

Daftar Orang Terkaya di Indonesia Tahun 2025 Versi Forbes, Hartono Bersaudara Tetap Bertahan

Kabar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kabar

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kabar

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kabar

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kabar

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur