FKUB: Masyarakat Tetap Jaga Kerukunan antar Umat Beragama

Redaksi - Kamis, 14 Maret 2019 10:44 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201903/bom-sibolga.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | MEDAN – Pasca bom bunuh diri yang dilakukan terduga istri teroris di Sibolga di mana Masyarakat Sumatera Utara diminta tetap menjaga kerukunan antar umat beragama pascakejadian penangkapan pelaku terorisme di Kota Sibolga.

Masyarakat juga diminta agar mempercayakan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ledakan bom itu.

menanggapi hal tersebut, Ketua FKUB Sumut Ustaz Maratua Simanjuntak meminta penyelidikan kasus itu sebaik mungkin. Apalagi sudah 20 tahun polisi menjejaki kasus terorisme dengan jaringan Jamaah Ansharut Dhaulah (JAD) yang disebut terlibat di Sibolga.

“Harapan kita bersama kasus ini bisa cepat tuntas. Kita doakan kepolisian untuk bertindak sebaik mungkin sesuai dengan hukum yang berlaku.” ujar Maratua.

Dia juga meminta kasus-kasus terorisme di Indonesia menjadi pelajaran penting. Setidaknya bisa menjaga, keluarga supaya tidak terpapar paham-paham yang menyesatkan.

“Kalau mulai melihat keanehan dalam pengamalan agama di keluarga, teman atau pun yang lainnya harus cepat disadarkan agar kembali ke jalan yang benar. Masyarakat harus tetap menjaga kerukunan dalam beragama,” tegasnya.

Paham radikal, kata Maratua, paham radikal biasanya, tidak sesuai dengan amalan agama manapun. Paham radikal salah dalam memaknai arti jihad.

“Gejala itu bisa terlihat. Apakah anak, atau remaja, dan dewasa hingga sudah berkeluarga bisa terlihat dari ucapan, tindakan dan komunitasnya. Jadi memang harus waspada,” pungkasnya.

Sebelumnya Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri menangkap AH di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuranbambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utaran, kemarin, sekira pukul 14.23 WIB.

Ketika Densus ingin lakukan penggeledahan, sekitar pukul 14.50 WIB, sebuah bom meledak. Seorang petugas dikabarkan terluka.

Dini hari, ledakan kembali terjadi di dalam rumah AH. Ledakan tersebut merupakan aksi bunuh diri yang dilakukan istrinya bersama dua anaknya.Totalnya ada tiga tersangka yang diamankan dari Sibolga.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kabar

BNPT Geos to Campus. Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono: Penyebaran Paham Radikal Dominan Lewat Digital

Kabar

Ketua FKPT NTT Ajak Masyarakat Pertebal Rasa Cinta Pada NKRI

Kabar

Jaga Toleransi Dan Tingkatkan Kewaspadaan Jadi Kunci Tangkal Terorisme

Kabar

Warga Malaka Diminta Waspadai Terorisme Melalui Kearifan Lokal

Kabar

Siswa SMK di Kota Kupang Dibekali Bahaya Terorisme dan Intoleransi

Kabar

Cegah Paham Radikaliame dan Terorisme di NTT, BNPT-FKPT NTT Gelar Kegiatan "Gembira Beragama"