digtara.com | MEDAN – Pihak Australian Center menerima dengan baik kedatangan para pengunjuk rasa yang menamakan diri Aliansi Umat Islam Bersatu Sumatera Utara di depan kantor mereka, Jalan Kartini, Medan, Selasa (19/3/2019).
Pimpinan Australian Center, Michal Steven kepada para pengunjuk rasa menyampaikan bahwa mereka bukanlah representasi dari Pemerintah Australia sebab lembaga tersebut merupakan lembaga kursus bahasa yang bergerak dibidang pendidikan. Pun demikian ia berjanji akan menyampaikan aspirasi dari para pengunjuk rasa yang mengutuk penembakan brutal pada dua masjid di New Zealand yang dilakukan oleh warga Australia.
“Meski bukan bagian dari pemerintahan namun ia memastikan akan menyampaikan pernyataan sikap pengunjuk rasa ini kepada duta besar Australia di Jakarta,” katanya.
Secara pribadi Michael Steven mengaku sangat mengutuk aksi pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku bernama Brenton Tarrant terhadap umat yang melaksanakan ibadah di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood tersebut.
“Kami mengutuk keras pembunuhan tersebut dan kami sangat berharap kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya ratusan pengunjuk rasa menyampaikan kecaman mereka atas penembakan yang menewaskan 49 orang warga di New Zealand. Dari 49 korban penembakan brutal tersebut beberapa diantaranya merupakan warga negara Indonesia. Aksi unjuk rasa sendiri berjalan dengan tertib dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.(JNI)