Kondisi Orangutan yang Ditembaki 74 Peluru Senapan Angin Mulai Membaik

Redaksi - Jumat, 22 Maret 2019 09:06 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201903/orangutan-2-1-e1553245574768.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | BANDA ACEH – Orangutan yang ditembaki 74 peluru senapan angin di Sultan Daulat, Subulussalam, Aceh kini kondisinya kian membaik. Nafsu makannya juga bertambah.

“Kami dapat beri informasi untuk teman media, Hope sudah mulai membaik dan nafsu makannya sudah banyak, selain itu hope juga sudah mulai bergerak. Tapi kita terus meminta dokter agar tetap membatasi pergerakannya agar tidak semakin memperburuk keadaannya, terutama bahu sebelah kiri yang patah tulang dan mencuat keluar,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Sapto Aji Prabowo di Banda Aceh. Jumat (22/3/2019).

Saat ini, Induk satwa yang dilindungi itu dirawat di Pusat Rehabilitasi Orangutan Sibolangit, Sumatera Utara. Dari 74 peluru yang bersarang di tubuh Hope, hanya tujuh butir yang baru berhasil dia dikeluarkan.

“kita lihat kondisi orangutannya dulu, sejauh ini dia belum bisa di operasi lebih dalam, jika peluru terlalu banyak dikeluarkan maka akan terlalu banyak luka di tubuhnya. Jadi dokter memutuskan untuk menunda terlebih dahulu pengangkatan peluru tersebut, jadi yang baru di angkat baru tujuh butir peluru senapan angin” jelas Sapto.

Menurut Sapto, jika dilihat kondisi Hope sekarang, tidak ada kemungkinan lagi untuk hidup di alam liar. “Kondisi seperti ini, mustahil bisa dilepasliarkan kembali. Nanti masuk ke lembaga konservasi, atau semacamnya, asal tidak dilepasliarkan,” kata dia.

Saat ini BKSDA Aceh sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Aceh untuk mengungkap kasus penembakan orang utan tersebut. Selain itu, BKSDA meminta polisi mensosialisasikan pelarangan penggunaan senapan angin ilegal.

“Saya berharap ini tidak terlalu lama dan segera terungkap, kita sudah laporkan kasus ke kepolisian. Juga meminta Kapolda Aceh agar segera mencabut izin penggunaan senapan angin dan melarang tegas,” tambahnya.[win/nandar]

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kabar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kabar

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kabar

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kabar

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kabar

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kabar

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo