Ini Penyebabnya Caleg Kalah Pemilu Rentan Depresi

Redaksi - Rabu, 17 April 2019 04:06 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201904/pencoblosan-lapas.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | JAKARTA – Sejumlah rumah sakit dikabarkan telah menyiapkan ruang tersendiri bagi calon anggota legislatif (caleg) yang depresi akibat kalah. Beberapa RS bahkan menyiapkan ruang VIP dan bangsal khusus untuk mereka.

Lalu, mungkinkah seorang caleg yang kalah dalam pemilu berakhir dengan depresi? Apa yang menyebabkan hal itu?

Hingga kini memang belum ada studi dan riset yang komprehensif mengenai hal itu. Di Amerika Serikat sendiri mengenal istilah Post Election Stress Disorder yang cukup banyak dialami masyarakat di AS setelah pemilu berakhir.

Sementara itu, Ketua Program Studi Terapan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi mengatakan hal itu mungkin saja terjadi.

“Kemungkinan besarnya ada. Orang yang menjadi caleg mungkin mengalami gangguan, bisa karena kekecewaan luar biasa dan harapan yang luar biasa. Kalau orang ikut caleg ini kan pengorbanannya macam-macam, termasuk ke dana besar sekali,” ujar Romi, sapaan akrab Rose.

Ia mengatakan bahwa terkadang mereka mengeluarkan semua cadangan dana yang dimiliki. Sehingga, seluruh harapan bertumpu pada peluang ini.

“Mereka berharap itu pasti jadi (terpilih). Enggak lihat berapa risiko yang ada dan akan terjadi. Padahal kan dalam setiap keputusan yang kita ambil pasti ada risiko. Tapi banyak yang menganggap risiko ini nol atau dikecilkan,” ucap Romi.

Romi melanjutkan, harapan yang begitu besar membuat seorang mencurahkan energinya, sehingga ketika ia gagal, ia tidak memiliki jalan keluar.

“Nah ,itu bisa berujung pada depresi, karena dia sudah malu secara sosial karena sudah menggaungkan, sudah pasang baliho. Karena mengalami tekanan yang luar biasa dan tidak ada yang memberikan support ini bisa berdampak depresi,” kata dia.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kabar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kabar

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kabar

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kabar

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kabar

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kabar

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo