Edan ! Pencandu Narkoba Bunuh Ayah Kandungnya Karena Kesal

Redaksi - Rabu, 15 Mei 2019 03:05 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201905/pembunuhan-1.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Digtara.com | LANGKAT – Seorang pencandu narkoba bernama Haga Juakta Sembiring tega membunuh ayah kandungnya sendiri di rumah kontrakan pelaku di Pasar I Gang Inpres, Lingkungan V Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara karena tidak terima terus dinasehati untuk berhenti mengkonsumsi sabu.

“Kejadiannya, Senin malam, 13 Mei 2019, sekitar Pukul 21.00 WIB. Kita ke lokasi setelah mendapat telepon ada ribut di rumah itu,” ujar Kanit Reskrim Polsek Kuala, Iptu Andri Siregar.

Pria berusia 30 tahun itu, menikam dada Sempurna Sembiring yang juga ayah kandungnya meggunakan parang hingga Sempurna tewas di tempat. Andri mengatakan, dari keterangan saksi yang juga tetangga pelaku, sebelum terjadi penikaman Haga dan Sempuran terlibat pertengkaran hebat.

Usai membunuh ayahnya, pelaku tidak melarikan diri. Kepada polisi yang terjun ke TKP ia mengakui telah membunuh pria berusia 57 tahun itu.

“Mana bapakmu,” tanya petugas ketika itu. “Di kamar Pak sudah kubunuh” ucap Haga.

Setelah mengamankan Haga, aparat kepolisian menemukan Sempurna sudah telentang tidak bernyawa di dalam kamar rumah kontrakannya. Baju kausnya sobek dan berlumuran darah.

Di hadapan petugas kepolisian dalam pemeriksaan, Haga mengaku membunuh ayahnya karena kesal terus dinasihati. “Tersangka ini pemakai narkoba aktif, jenis sabu-sabu, sejak 2010. Sudah berulang kali dia dinasihati ayahnya,” ucap Andri.

Sang ayah yang tinggal di Jalan Samanhudi, Bela Rakyat, Kuala, Kabupaten Langkat. Meski tidak tinggal satu rumah, tapi korban selalu menyambangi kontrakan Haga. Setiap siang dan malam dia mengantarkan makanan untuk putranya itu. Setiap datang dia kerap memberi nasihat.

“Setiap hari ayahnya mengantarkan lauk makanan ke rumah kontrakan tersangka. Itu tadi, setiap kali datang dinasihati. Tadi malam puncaknya, begitu diantar sayurnya dan dinasihati lagi, ada di situ parang ditikamnya ayahnya,” ujar Andri.

Dari lokasi, petugas menyita sebilah parang bergagang kayu, sehelai kaus berkerah berwarna hijau lumut dan singlet berlumur darah.

“Kita masih mendalami kasus ini. Tersangka dan para saksi masih kita periksa,” kata Andri.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kabar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kabar

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kabar

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kabar

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kabar

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kabar

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo