Puluhan Warga Geruduk Kantor PLN Sibolga Lantaran Pemutusan Listrik

- Senin, 20 Mei 2019 10:06 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201905/WhatsApp-Image-2019-05-20-at-16.30.40.jpeg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | SIBOLGA – Puluhan warga mendatangi Kantor PLN Area Sibolga di Jalan Sutoyo Siswomiharjo, Kota Sibolga, Senin (20/5/2019).

Mereka mengamuk dan berteriak-teriak kepada petugas yang ada di kantor tersebut, lantaran tak terima aliran listrik di rumah mereka, diputus oleh pihak PLN.

Sandra Sihombing salah seorang warga, mengaku protes atas sikap PLN yang melakukan pemutusan listrik secara sepihak. Apalagi tidak pernah ada peringatan sebelum pemutusan dilakukan.

“Gak punya etika PLN ini, tidak ada orangnya dirumah, listrik main putus saja. Saya pulang kerja, tiba-tiba di pintu rumah tertempel stiker pemutusan. Ini yang membuat saya kesal dan tidak terima sikap petugas PLN yang seenaknya memutus aliran listrik kerumah saya,”sebut Sandra.

Sandra mengaku ia memang terlambat membayar tagihan listrik. Namun itu bukan berarti dia tak mau membayar kewajibannya. Ia pun menuding ada agenda lain PLN di balik pemutusan sepihak tersebut.

“Masa terlambat satu hari pembayaran sudah diputus. Saya membayar yang telah menjadi kewajiban saya, tetapi tidak serta merta main putus gitu saja tanpa ada pemberitahuan. Ini sama saja PLN tidak punya etika kepada masyarakat sebagai pelanggannya,”keluhnya.

“Saya menduga pemasangan listrik menggunakan token (pulsa) dipaksanakan oleh PLN karena ini proyek yang harus di selesaikan hingga akhir tahun di kota sibolga,”tuduh Sandra.

Senada dengan Sandra, pelanggan lainnya, Rotua Manik, mengaku telah membayar tagihan listrik, namun pihak PLN masih tetap melakukan pemutusan.

“Saya baru bayar jam 9 pagi tadi, tiba tiba anak saya menelepon sekitar jam 12 siang mengakatan listrik sudah diputus oleh PLN. Mendengar itu saya langsung tinggalkan pekerjaan dan kemari meminta penjelasan dari PLN,” sebutnya.

Sementara itu salah seorang petugas Pegawai PLN unit pelayanan Sondi Sitanggang yang menemui pelanggan PLN menjelaskan alasan pemutusan. Meski telah dijelaskan masyarakat tidak terima dengan sikap PLN yang melakukan pemutusan dengan semena-mena tanpa ada pemberitahuan.

Aksi protes masyarakat terhadap pemutusan aliran listrik akibat terlambat bayar kerap terjadi karena sikap petugas yang bekerja memutus tanpa ada pemberitahuan, bahkan antara petugas PLN dengan masyarakat sempat terjadi adu jotos karena melakukan pemutusan tanpa pemberitahuan.

[AS]

Editor
:

Tag:

Berita Terkait

Kabar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kabar

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kabar

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kabar

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kabar

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kabar

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo