digtara.com | AMBON – Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, memberangkatkan sebanyak 900 orang pemudik secara gratis ke sejumlah wilayah di Kepulauan Maluku, Sabtu (25/5/2019).
Mereka diberangkatkan lewat jalur laut menggunakan dua unit kapal motor (KM) yang disiapkan khusus, yakni KM. Sabuk Nusantara 107 dan KM Sabuk Nusantara 71, dengan rute perjalanan Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).
“Hari ini dua kapal yang diberangkatkan dengan jumlah penumpang yang terangkut untuk sebanyak 900 orang penumpang dengan tujuan SBT dan Malra,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Franky Papilaya, Sabtu (25/05/2019)
Franky menjelaskan, Program mudik gratis ini dilakukan untuk memudahkan umat muslim di Maluku dalam melaksankan dan merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman.
Persyaratan mudik gratis ini, kata Franky, sangatlah mudah. Hanya dengan menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada petugas, warga sudah bisa mendapatkan pelayanan. Selain membantu meringankan warga untuk mudik, program ini juga untuk memperlancar arus mudik melalui jalur laut.
Pemudik naik ke atas kapal yang disiapkan Pemprov Maluku. (Tiar/digtara)
“Juga karena wilayah Maluku berbasis kepulauan, sehingga mobilisasi pemudik sebagian besar menggunakan jalur laut ketimbang jalur darat maupun udara,” tandasnya.
Pemerintah Provinsi Maluku memprogramkan mudik gratis kepada 3000 hingga 4000 orang pemudik di Tahun ini. Mudik gratis diprogramkan oleh pemerintah Provinsi Maluku, mengingat setiap tahunnya terjadi peningkatan penumpang.
Penumpang yang digratiskan itu yakni dari Ambon dengan tujuan Pulau Buru, Pulau Seram, bagian Tenggara Maluku serta Kepulauan Banda. Sedangkan kapal yang disiapkan untuk melayani rute tersebut secara gratis yakni kapal pelni, kapal perintis, kapal milik swasta dan juga kapal ASDP.
Mudik gratis oleh pemerintah Provinsi Maluku ini mulai sejak 24 Mei hingga satu hari jelang Lebaran Idulfitri.
[AS]