Ini Penjelasan Golkar Soal Kegagalan Raih Kursi DPR-RI dari Maluku

Redaksi - Sabtu, 25 Mei 2019 13:50 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201905/IMG-20190526-WA0020.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | AMBON – Partai Golongan Karya (Golkar) gagal meraih kursi DPR-RI dari daerah pemilihan Maluku. Padahal sejak era orde baru, Golkar selalu mampu menghantarkan kadernya ke DPR-RI dari provinsi tersebut.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) pada Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Maluku, Hairudin Tuarita mengatakan, kegagalan Golkar meraih kursi DPR-RI dari Maluku disebabkan oleh beberapa faktor.

Pertama, tidak adanya soliditas di internal partai untuk memenangkan calon anggota legislatif (caleg) yang diusung. Selain itu, komposisi figur caleg yang tidak saling menunjang.

“Indikator-indikator itu yang berpengaruh untuk mempertahankan 1 kursi di DPR. Karena yang ada dalam panca sukses partai Golkar di 2019 sesuai putusan Munaslub itu adalah sukses Pilkada dan juga sukses Pileg,” ujar Hairudin, Sabtu (25/05/2019)

Selain itu, kegagalan Golkar pada pemilihan Gubernur Maluku beberapa waktu lalu juga menjadi barometer dalam upaya mempertahankan kursi di DPR RI. Karena, diketahui ada sejumlah kader partai yang tidak bekerja untuk kepentingan partai.

“Dan ternyata, hal yang serupa juga terjadi pada pemilihan legislatif 2019 kemarin. Bahkan, kita menerima informasi bahwa Ketua DPD Golkar Kota Ambon yang menjabat sebagai Walikota ikut memenangkan salah satu figur dari partai NasDem” ungkapnya.

Menurutnya, Golkar Maluku sebenarnya punya potensi pertahankan kursi di DPR-RI. Target Bapilu untuk pertahankan kursi itu salah satu faktor adalah memanfaatkan tiga kepala daerah di Maluku yang adalah ketua DPD Golkar. Tapi loyalitasnya di pileg 2019 tidak terlihat.

“Jadi kami akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, termasuk juga evaluasi terhadap tiga kepala daerah dalam pemenangan Pileg khusus untuk DPR RI. Termasuk juga terhadap tiga Bupati/Walikota yang notabenenya adalah Ketua DPD II partai Golkar,” tegasnya.

[AS]

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kabar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kabar

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kabar

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kabar

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kabar

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kabar

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo