Digtara.com | JAKARTA – Ternyata adanya kelompok perusuh di aksi 22 Mei yang merencanakan ingin melakukan percobaan pembunuhan terhadap empat tokoh nasional di Indonesia. Demikian dikatakan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal kepada wartawan.
Menanggapi hal tersebut, anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Achmad Baidowi menyebut, berdasarkan hal itu, diduga kuat bahwa aksi yang berujung kerusuhan itu memang sudah disusupi oleh pihak ketiga.
“Aksi 22 itu sudah ditunggangi pihak ketiga,” kata Awiek.
Menurut Wasekjen PPP itu, pihak ketiga sengaja menumpangi isu Pemilu untuk membuat kekacauan. Sehingga memunculkan perlawanan kepada pemerintah dengan melakukan kerusuhan dibeberapa tempat.
“Kalau santri yang demo tidak akan anarkis dan rusuh,” jelas anggota Komisi II DPR RI tersebut.
Oleh karena itu, Awiek menekankan, apa yang dilakukan TNI-Polri sudah tepat dalam melakukan langkah ketika mengamankan aksi 21-22 Mei di Jakarta kemarin. Pasalnya, aktor intelektual dibalik hal itu harus diungkap.
“Karena itu aparat sudah benar menindak tegas para perusuh. Bahkan harus mengusut aktor intelektualnya karena ini ancaman yang sangat nyata,” tutur Awiek seperti dilansir okezone.
Dalam hal ini, Polri telah menangkap beberapa orang yang berniat melakukan pembunuhan terhadap tokoh nasional dan petinggi lembaga survei. Mereka adalah, Tersangka ditangkap masing-masing berinisial HK, AZ, IR, TJ, AD dan AF alias VV.