Ngaku sebagai Imam Mahdi, Winardi Dapat Wangsit Setelah Sakit Perut

Redaksi - Kamis, 30 Mei 2019 21:25 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201905/imam.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Digtara.com | JABAR – Seorang Pria bernama Winardi, warga Kampung Perigi, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok, Jawa Barat mengaku-ngaku sebagai Imam Mahdi dan mengklaim telah memiliki sekitar 70 orang pengikut. Mereka sebagian besar berasal dari luar daerah seperti, Jawa Tengah hingga Palembang.

Ditemui usai menjalani pemeriksaan di kantor Kecamatan Sawangan, Winardi mengakui keyakinannya sebagai Imam Mahdi terjadi setelah melalui rangkaian proses spiritual, yakni ketika sakit perut.

“Saya bukan terinspirasi, saya kan kerja pada malam hari karena Allah menghendaki bukan maunya saya, jadi itu yang saya alami. Nama itu juga Allah yang memberi, bukan saya,” katanya pada wartawa

Pria asal Cepu, Jawa Tengah, ini juga mengatakan semua proses spiritual yang diyakininya itu terjadi secara nyata bukan lewat mimpi. Pada saat itu, Winardi mengaku berjalan dari kampung halamannya hingga ke Tanah Suci, Mekah.

“Saat itu saya diperjalankan, tapi badan saya di rumah tapi ruh spiritual saya pulang ke kampung saya ketemu kakek, bapak ibu saya. Terus saya diperjalankan ke Tanah Suci Mekah sana, saya mengarahkan para leluluhur saya untuk tawaf namun saya di situ hanya sebagai pemandu,” tuturnya

Tak hanya itu, Winardi juga sempat membimbing para leluhurnya untuk melakukan thawaf sebagai mana proses ibadah haji. “Begitu thawaf saya mengarahkan melempar jumrah dengan tujuh kerikil, terus ke makam Baginda Nabi,” ujarnya.

Setelah melalui serangkaian proses spiritual tadi, Winardi akhirnya merasa yakin jika dirinya adalah Imam Mahdi, dan telah memiliki sejumlah pengikut setia.

Hal ini ditunjukkan ketika Winardi dibawa ke Kecamatan Sawangan, Depok, Rabu malam, untuk dimintai keterangan MUI Kota Depok, sejumlah pengikutnya hadir mendampingi.

Hasil dari pertemuan semalam, Winardi akhirnya bertobat dan berjanji akan menutup segala aktivitasnya di rumah yang ia sebut sebagai padepokan Tri Sula Weda.

“Orang yang tak lagi sesuai dengan ajaran hadis maka ini salah, keliru, dan tidak benar. Maka ini ajaran yang menyimpang. Kami meminta agar dia (Winardi) bertobat dan gelar Imam Mahdi agar ditinggalkan, dan muridnya agar meninggalkan karena tak sesuai dengan ajaran,” kata Ketua MUI Kota Depok, KH Dimyati Badruzzaman.

Jika Winardi dan pengikutnya tetap bersikeras, Dimyati khawatir hal ini akan menimbulkan konflik dan perpecahan di tengah masyarakat. “Alhamdulillah beliau tadi sudah mengaku tobat dan mengucap dua kalimat syahadat. Saya pertegas bahwa beliau sudah mengucap dengan tegas bahwa beliau bukan Imam Mahdi,” tegas Ketua MUI Depok.

Di samping itu, MUI Depok juga melarang adanya aktivitas tertentu di padepokan yang dibuat Winardi, baik mingguan atau bulanan. “Apabila terjadi lagi, maka forum juga akan melakukan sikap selanjutnya pada beliau,” ungkapnya.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kabar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kabar

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kabar

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kabar

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kabar

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kabar

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo