Hujan Deras, Kota Sorong Dikepung Banjir

Redaksi - Sabtu, 01 Juni 2019 23:01 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201906/Banjir_03.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | SORONG – Hujan deras yang melanda hampir seluruh wilayah di Kota Sorong, Papua Barat, telah membuat jalan-jalan utama di daerah itu tergenang banjir, sejak Sabtu, 1 Juni 2019.

Kondisi ini sesuai dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sorong yang telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Pantauan digtara.com pada Minggu (2/6/2019) dini hari, hampir seluruh kawasan permukiman masyarakat digenangi air dengan ketinggian hingga 50 cm. Sejumlah daerah permukiman yang biasanya tidak pernah terdampak banjir pun kini ikut tergenang.

Banjir yang melanda Kota Sorong sudah berulang kali terjadi, dan kerap kali dikeluhkan dan menjadi perbincangan serta viral di kalangan warganet.

“Baru kali ini terjadi sejak lahir, sampai hari ini baru banjir; nasib,” tulis Fadlun Bauw, ASN Pemda Kota Sorong di akun Facebooknya.

“Alhamdulilah dapat giliran banjir; 26 tahun tinggal di jalan Fery, kali ini dapat giliran banjir,” celoteh Akun Facebook Rosmia Mataliti, anggota DPRD Kota Sorong.

Wakil Ketua DPRD Kota Sorong, Denny Mamusung menyebutkan, selain minimnya kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan, banjir di Kota Sorong turut dipicu ketidakmampuan pemerintah daerah dalam menertibkan sejumlah ativitas usaha tambang material tanah (galian-c) pada beberapa kawasan di Kota Sorong. Padahal aktifitas penambangan itu turut berdampak pada pendangkalan saluran drainase.

 

Berulangkali, teguran keras terhadap Wali Kota Lambert Jitmau pun dilayangkan pihak DPRD Kota Sorong. Namun penanganan masalah banjir ini seakan tak pernah ada solusinya.

Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah berupa penataan infrastruktur maupun edukasi kepada masyarakat, terkesan salah sasaran dan bahkan tidak menunjukan progres maksimal dalam mengantisipasi potensi ancaman bencana lingkungan.

“Hasil survey dilapangan dan pembahasan dari panitia kerja, cukup banyak yang menjadi catatan yang selanjutnya direkomendasikan kepada pemkot Sorong untuk diperbaiki serta dievaluasi. Paling utama dan digarisbawahi yaitu terkait infrastruktur yang harus tepat untuk kebutuhan masyarakat. Kita bisa lihat beberapa waktu lalu terjadi banjir dimana-mana,” tegas Denny Mamusung.

[AS]

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kabar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kabar

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kabar

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kabar

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kabar

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur

Kabar

Kejati NTT Tahan Lima Tersangka Kasus Korupsi Persemaian Modern di Labuan Bajo