digtara.com | MEDAN – Sebanyak dua orang warga, tewas selama periode mudik lebaran Idulfitri 1440 Hijriah tahun 2019 di Sumatera Utara. Jumlah itu turun drastis dibandingkan musim mudik tahun 2018 lalu yang mencapai 5 orang.
Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Penmas) pada Bidang Humas Polda Sumatera Utara, AKBP MP Nainggolan menyebutkan, pada operasi Ketupat Toba 2019 yang mereka laksanakan selama 11 hari terakhir, terdapat 10 orang korban kecelakaan lalulintas di wilayah hukum Polda Sumatera Utara. Dari jumlah itu sebanyak 2 orang diantaranya meninggal dunia.
Sementara untuk luka berat sebanyak 6 orang dan sisanya dua orang mengalami luka ringan.
“Untuk korban meninggal terjadi penurunan 60 persen. Tapi korban luka berat naik 50 persen,”sebut Nainggolan seperti dilansir Tagarnews, Minggu (9/6/2019)
Nainggolan menjelaskan, korban yang mengalami luka berat akibat kecelakaan di wilayah Polrestabes Medan, Polres Deli Serdang, Tapanuli Tengah, Labuhanbatu, Tapanuli Utara dan terakhir di Polres Madina.
Sedangkan data arus mudik, ada beberapa peningkatan dan penurunan yang terjadi di Sumut dari tahun 2018 dan 2019. Untuk penumpang menggunakan bus, kapal laut, pesawat mengalami penurunan, untuk kereta api meningkat sebanyak 158 persen untuk keberangkatan dan 438 persen untuk kedatangan.
“Penumpang bus di Sumut yang berangkat tahun lalu (2018) sebanyak 12.918, tahun ini (2019) sebanyak 12.485, menurun tiga persen. Penumpang yang datang tahun lalu 11.424 dan tahun ini 13.078 penumpang,” sambungnya.
Penumpang keberangkatan melalui pelabuhan laut (kapal laut) sebanyak 3.483 orang di tahun 2018, sedangkan tahun 2019 sebanyak 1.683 orang.
Untuk penumpang yang datang, sebanyak 6.939 orang, berkurang menjadi 1.637. Begitu juga untuk penumpang pesawat, dari 11.581 menjadi 8.299 yang berangkat. Kalau penumpang yang datang dari 11.562 menjadi 11.964 orang.
Kemudian, arus mudik menggunakan kereta api di Sumut berbeda dengan yang lainnya, angka penumpang yang berangkat dengan menggunakan alat transportasi ini meningkat. Dari 4.001 menjadi 10.327 penumpang, sedangkan untuk yang datang dari 3.956 menjadi 21.264 penumpang.
“Untuk penumpang yang melakukan mudik yang sedang berada di stasiun bus, kereta api, pelabuhan udara dan laut diminta untuk selalu tingkatkan kewaspadaan. Pihak kepolisian yang berada di seputaran lokasi pastinya akan membantu masyarakat yang membutuhkan. Jika ada yang ingin dipertanyakan, silakan bertanya kepada petugas kepolisian ataupun pihak yang berwajib,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, pelaksanaan operasi Ketupat Toba 2019 dilakukan selama 13 hari. Dimulai pada tanggal 29 Mei sampai dengan 10 Juni 2019.
[AS]