digtara.com | TAPSEL – Satu unit rumah di Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terbakar. Akibatnya lima orang bocah yang tengah berada di dalam rumah, tewas terpanggang.
Kelima korban adalah Fifi Ceria Nursicu Waruwu (10), Fince Ardila Waruwu (7), Firsan Nutrisari Waruwu (7), Firjan Henra Kurniawan Waruruwu (4), dan Firna Indah Melati Waruwu (2).
Saat petaka itu terjadi, para bocah terebut sedang berada di dalam rumah. Sementara pemilik rumah, Yanuari Waruru dan istrinya sedang tidak berada di rumah karena mengikuti kegiatan di gereja.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Namun pemilik rumah Yanuari Waruru menjadi orang pertama yang menemukan rumahnya sudah terbakar dan kelima korban meninggal.
Kebakaran itu memang hampir tidak diketahui warga, karena rumah yang berlokasi di Lingkungan III, Kelurahan Rianiate, Angkola Sangkunur, sulit dijangkau kendaraan karena jaraknya sekitar lebih 2.000 meter dari jalan umum. Daerah itu juga tidak terjangkau sinyal telepon seluler.
“Sesuai dengan laporan Camat Angkola Sangkunur, Muhammad Thohir Parlindungan Pasaribu, rumah tersebut terbakar pada Jumat (7/6/2019) malam ditaksir sekitar pukul 21.00-23.00 WIB,” kata Kabid Perencanaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel, Hotmatua Rambe, seperti dilansir INews, Minggu (9/6/2019).
Selain menyebabkan lima korban jiwa, kebakaran tersebut juga menyebabkan pemilik rumah mengalami kerugian puluhan juta. Pasalnya, korban tidak sempat menyelamatkan barang-barang dan dokumen pentingnya.
“Sejumlah dokumen kependudukan seperti KTP, KK, akta kelahiran anak, STNK, sepeda motor dan BPKB-nya, serta perlengkapan rumah lainnya hangus terbakar. Kerugiannya mencapai lebih dari Rp50 juta,”tukasnyas.
[AS]