digtara.com | MADINA – Sebanyak 178 orang siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 099 Panyabungan, Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, terpaksa belajar di Gedung Sarana Olahraga dan Balai Desa Sipaga-paga, Kecamatan Panyabungan, di hari pertama sekolah pasca-libur lebaran Idulfitri 1440 Hijriah, hari ini Senin (10/6/2019).
Mereka terpaksa belajar dengan kondisi seadanya, lantaran bangunan sekolah mereka terbakar pada 3 Juni 2019 lalu.
Kepala Sekolah SD Negeri 099, Siti Juleha mengatakan, dalam kebakaran itu sebanyak 4 ruang kelas dan 1 ruangan kantor ludes terbakar. Lalu ada 3 ruang kelas lagi atapnya terbakar dan tak lagi bisa digunakan.
“Akibat peristiwa tersebut, terpaksa siswa di pindahkan ke Balai desa dan Gedung Sarana Olahraga untuk sementara, karena fasilitas sekolah dan infrastruktur ikut terbakar,”sebutnya.
Siti mencurigai ada unsur kesengajaan dalam peristiwa kebakaran tersebut. Kecurigaan itu didasarkan pada kesaksian salah seorang warga yang melihat ada lampu ruangan kelas yang menyala saat kebakaran itu terjadi.
Sebelumnya juga, peristiwa pembakaran terhadap sekolah tersebut sudah 3 kali terjadi.
Pertama pembakaran kantin sekolah, lalu parkiran sekolah. Namun dalam dua upaya pembakaran itu warga berhasil memadankan api.
“Pembakaran pada 3 Juni 2019 lalu merupakan upaya ketiga yang menghaguskan 5 ruangan di sekolah tersebut,”tukasnya.Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Madina, Jamila Harahap mengatakan, pihaknya akan berkoordinas bersama Dinas Pekerjaan Umum Daerah Kabupaten Madina untuk membangun kembali ruangan kelas yang rusak akibat kebakaran. Itu harus dilakukan agar para siswa bisa kembali mengikuti proses belajar mengajar dengan baik dan nyaman.
“Disamping itu juga, saya harapkan kepada guru dan siswa agar belajar dengan baik, karena dalam waktu dekat ini siswa akan mengikuti ujian semester. Dengan kondisi ini, semoga tidak ada kendala untuk proses belajar mengajar seperti mestinya,”pungkasnya
[AS]