BMKG Imbau Nelayan Waspada Perubahan Cuaca

Redaksi - Minggu, 16 Juni 2019 13:14 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201906/received_460679571145783.jpeg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

Digtara.com | AMBON – BMKG Pattimura Ambon mengimbau nelayan di Maluku waspada terhadap kondisi cuaca di Maluku

Sebab, peningkatan tinggi gelombang di perairan laut Maluku diperkirakan mencapai 2,50 meter. Kondisi cuaca di Maluku berpeluang terjadi pada beberapa hari kedepan.

Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Pattimura Ambon, Ashar mengatakan, kondisi itu terjadi lantaran dipengaruhi oleh pola sirkulasi angin di perairan Halmahera provinsi Maluku Utara.

Ashar menjelaskan, pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari selatan hingga barat dengan kecepatan 4 – 20 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari timur-tenggara dengan kecepatan 4 – 25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan utara Sabang, perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, Laut Maluku, perairan Halmahera, perairan Sorong – Raja Ampat, perairan utara Papua Barat hingga Papua dan Laut Arafuru.

“Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut,” jelas Ashar.

Berdasarkan prakiraan BMKG Pattimura Ambon, gelombang yang mencapai 2,50 meter berpeluang terjadi di Laut Maluku, perairan selatan Pulau Buru-Pulau Seram, Laut Banda, perairan Kepulaua Kei – Kepulauan Aru, perairan Kepulauan Sermata – Kepulauan Tanimbar dan Laut Arafuru.

Sedangkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan disertai petir berpotensi terjadi di Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat , Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku Tengah dan Buru Selatan serta Laut Arafuru bagian timur.

Menurutnya, adanya awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang.

“Untuk itu, para nelayan telah diimbau agar waspada terhadap tinggi gelombang tersebut dan hendaknya jangan memaksakan diri melaut dengan mengandalkan armada tradisional,” kata Ashar, Minggu (16/06/2019).

Dia menuturkan, potensi kondisi cuaca sebagaimana yang diperkirakan tersebut tidak mampu ditahan oleh armada tradisional, apalagi sewaktu-waktu terjadi perubahan kecepatan angin yang juga tutut mempengaruhi tinggi gelombang.

Imbauan kondisi cuaca juga disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di sebelas Kabupaten/Kota se Maluku, baik langsung kepada Bupati maupun Wali Kota.

Dikatakan, apabila terjadi kondisi cuaca ekstrem, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

“Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan,” tuturnya.(win)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kabar

Warga Sikka Ditemukan Meninggal Dunia Usai Hilang Saat Memanah Ikan

Kabar

Warga TTS-NTT Hilang Diduga Terbawa Arus Pasca Perahu Patah Kemudi

Kabar

Terpisah Dengan Rekan Saat Mencari Ikan, Nelayan di Rote Ndao Ditemukan Meninggal

Kabar

Kisah Dua Nelayan Asal Sikka Bertahan Dengan Air Hujan Selama Tujuh Hari Hingga Terdampar ke Alor

Kabar

Sempat Dilaporkan Hilang, Dua Nelayan Sikka Ditemukan Selamat di Kabupaten Alor

Kabar

Polda NTT Bantu Pencarian Dua Nelayan Paga yang Hilang di Perairan Sikka