digtara.com | TEBING TINGGI – Polisi berencana mencari orangtua asuh untuk bayi perempuan yang ditemukan di areal perkebunan PT Paya Pinang, di Afdeling-I, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kota Tebing tinggi pada Senin 17 Juni 2019 kemarin.
Hal itu dikatakan Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi, AKP Rahmadani menjawab digtara, Selasa (18/6/2019).
Menurut Ramdhani, saat ini pihaknya masih mencari orangtua kandung dari bayi itu. Namun jika nantinya tidak ditemukan, orangtua asuh akan mereka carikan agar si bayi memiliki orangtua yang bisa merawat dan menjaganya.
“Kita akan mengupayakan untuk mencari orang tua asuh, intinya agar keselamatan dan kesehatan bayi ini dapat terjaga,”sebut Rahmadani.
Kondisi bayi perempuan itu, lanjut Rahmadani, kini sedang dalam kondisi lemah. Bayi itu bahkan harus dirawat di dalam inkubator.
“Kondisinya melemah. Sekarang di rawat di dalam inkubator di RS Bhayangkara Kota Tebing Tinggi. Kita harap kondisi kesehatannya segera membaik,”tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan di areal perkebunan kelapa sawit milik PT Paya Pinang, di Afdeling-I, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kota Tebing Tinggi pada Senin, 17 Juni 2019 pagi kemarin.
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya berselimut darah dan tali pusar masih menempel di tubuhnya.
Saat ditemukan, bayi itu hanya dibungkus dengan seragam sekolah berwarna putih yang di sisi kanannya tertulis SMP Negeri 7 Tebing Tinggi. Tubuh bayi itu bahkan mulai dikerumuni semut rangrang.
Bayi tersebut diduga merupakan hasil hubungan gelap orangtuanya, dan sengaja dibuang untuk menutupi hubungan gelap tersebut.
[AS]