Penumpang Kapal Ferry di NTT Nekat Melompat ke Laut

Imanuel Lodja - Selasa, 18 Juni 2019 09:33 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201906/WhatsApp-Image-2019-06-18-at-15.35.06.jpeg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | KUPANG – Julius Hanawail Rambang (36), warga RT 08/RW 04 Desa Paraipaha, Kecamatan Nggaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur, NTT melakukan aksi nekat.

Ia terjun ke laut saat berlayar menggunakan kapal ferry Inerie pelayaran Kupang-Aimere (Kabupaten Ngada)-Waingapu (Kabupaten Sumba Timur).

Aksi nekat ini dilakukannya pada Senin 17 Juni 2019 petang sekitar pukul 16.30 WITA kemarin.

Akibat aksinya itu, korban yang juga penumpang kapal ASDP Inerie II tujuan Aimere dan Sumba Timur meninggal dunia.

Kuat dugaan, korban sebelumnya menengak pestisida. Dugaan ini makin diperkuat dengan ditemukannya minuman/obat hewan dalam tas korban yang dibawa.

Saat berlayar dari Kupang ke Aimere, korban yang hendak ke Sumba Timur membawa serta anak gadisnya yang masih berusia 12 tahun.

Diperoleh informasi kalau sekitar pukul 16.30 wita, Anto (salah seorang anak buah kapal) dan beberepa penumpang kapal Inerie II berteriak dan melaporkan ke kapten kapal bahwa ada penumpang yang terjun ke laut.

Lima menit kemudian atau sekitar pukul 16.35 wita, kapten kapal Inerie II, Mahmud (32) memutar haluan untuk memberikan pertolongan.Sekitar pukul 16.45 WITA kapal dapat merapat ke korban dan ABK terjun ke laut sambil membawa pelampung untuk menolong dan mengevakuasi korban.

Tetapi korban bukannya mendekat tetapi malah berenang menjauh dari ABK yang membawa pelampung, padahal pada saat itu pelampung sedang terikat dengan tali ke kapal sehingga kapal kembali menjauh dari korban. Sepuluh menit kemudian atau sekitar pukul 16.50 WITA, kapal kembali memutar haluan dan mendekati korban yang sudah tidak bergerak dan hanya terapung diperairan

Pukul 17.05 wita korban dapat di evakuasi ke atas kapal dan ABK langsung memberikan pertolongan pertama ke pada korban.

Upaya dilakukan dengan memompa jantung korban dan memberikan nafas buatan namun tetap tidak membuahkan hasil. Nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Setelah dipastikan korban meninggal dunia maka pada pukul 17.15 wita jenasah korban disemayamkan di tengah geladak kapal inerie II dan ABK mencari indentitas dan keluarga korban yang ikut di dalam pelayaran kapal enerie II.

Menurut keterangan dari beberapa penumpang kapal yang ikut dalam pelayaran ini, mereka melihat korban mondar-mandir di atas geladak kapal dan selama pelayaran diatas kapal, korban lebih banyak duduk-duduk sambil menggantung kaki keluar kapal.

Saat ditegur oleh penumpang lain, korban sempat menjawab “biar selesai sudah semua” dan tidak berapa lama korban melompat keluar dari pagar pembatas hingga terjun kelaut.

Keterangan dari Anto, ABK yang sempat menolong korban menyebutkan kalau korban kemungkinkan sudah mempunyai rencana untuk bunuh diri.Indikasi ini diperkuat karena dari mulut dan hidung korban mengeluarkan busa putih yang menurut analisa sebelum terjun korban sempat meminum obat/racun. Selain itu ditemukan beberapa obat hewan dalam tas bawaan korban.

“Dari mulut orang tersebut (korban) mengeluarkan busa yang berbau berulang kali dan beberapa jam setelah kita memberikan bantuan dan pertolongan, korban meninggal dunia beberapa jam setelah mendapat pertolongan,” ujar Anto yang sempat menolong korban.

Jenasah korban tetap diikutkan dalam pelayaran ke Sumba Timur dan diserahkan ke pihak keluarga untuk proses selanjutnya.

[AS]

Editor
: Imanuel Lodja

Tag:

Berita Terkait

Kabar

Lansia di Nagekeo-NTT Tewas Tenggelam saat Mandi di Saluran Irigasi

Kabar

Tabrak Dump Truk, Mahasiswa Undana Kupang Meninggal di Tempat

Kabar

Daftar Harga Emas Pegadaian Rabu 20 September 2023, Antam dan UBS

Kabar

Kasat Lantas Polres Sikka Dilaporkan ke Propam, Ini Kasusnya

Kabar

Mengenaskan! Jadi Korban Tabrak Lari, Mahasiswi di Kupang Meninggal Dunia

Kabar

Dua Pelaku Pencurian dengan Kekerasan Diamankan Polres Sumba Timur