Truk Tangki Pertamina Terbakar Saat “Kencing” di Tembok Berlin

Redaksi - Rabu, 19 Juni 2019 15:51 WIB

Warning: getimagesize(https://cdn.digtara.com/uploads/images/201906/mobil-tanki-BBM-6.jpg): Failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 404 Not Found in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 171

Warning: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u398301689/domains/digtara.com/public_html/amp/detail.php on line 172

digtara.com | SORONG – Satu unit mobil truk tangki pengangkut bahan bakar minyak (BBM) milik PT Pertamina, terbakar di Jalan Yos Sudarso, sekitar Kawasan Tembok Berlin, Kota Sorong, Papua Barat, Rabu (19/6/2019).

Belum jelas apa penyebab kebakaran mobil tangki tersebut. Namun insiden itu telah membuat satu unit toko elektronik dan warung makan di sekitar lokasi kebakaran, ikut hangus dilalap api.

Informasi yang dihimpun, kebakaran dipicu listrik statis yang muncul saat mobil truk tangki itu tengah melakukan praktik pengisian BBM ilegal di salah satu tempat pencucian mobil milik seorang warga bernama Muslim.

Lokasi praktik pengisian BBM ilegal yang kerap disebut sebagai praktik “kencing minyak” itu, bersebelahan dengan toko elektronik dan juga warung makan yang ikut terbakar.

Toko elektronik yang ikut terbakar akibat kebakaran mobil pengangkut bbm milik Pertamina di kawasan Tembok Berlin, Kota Sorong (phil/digtara)

Ona Haurissa, warga yang bermukim di sekitar lokasi kebakaran mobil tangki terebut menyatakan, praktik kencing minyak itu memang sudah berlangsung lama. Praktik itu juga membuat warga selalu resah karena khawatir terjadi kebakaran.

“Untuk mengelabui kejaran petugas, mobil tanki kerap diparkirkan di dalam tempat pencucian mobil seakan sedang dibersihkan. Padahal mobil itu sambil men-suply BBM ke sejumlah wadah penampungan yang telah disediakan,”sebutnya.Haurissa mengaku warga bersama pemerintahan setempat telah berulang kali memberikan pengertian akan bahaya dan ancaman keselamatan atar praktik ilegal tersebut. Namun pemilik usahanya tak pernah menggubris.

“Saya sudah pernah sampaikan, kalau terbakar nanti lihat. Ini minyak. Kita menjaga kemungkinan. lalu mereka bilang tidak apa-apa. RT-pun sudah tegur, tapi (mereka) tidak mau dengar. Saya bilang, saya tidak pikirkan harta tapi keselamatan untuk kita semua”, terang Haurissa sambil mengelus dada mengenang musibah kebakaran yang juga nyaris hanguskan kediamannya itu.

Pasca insiden, selain mengamankan truk tangki pengangkut bbm yang terbakar, polisi juga mengamankan barang bukti ratusan liter BBM bersama wadah penampungannya.

Pemeriksaan intensif pun kini dilakukan terhadap Ronaldo Tetelepta, asisten Supir, menyusul agenda yang sama terhadap sang supir, Benediktus Irwan, usai menjalani perawatan medis atas luka bakar yang di alaminya.

Ona Haurissan saat memberikan keterangan kepada wartawan usai rumah tinggalnya ikut terbakar pasca kebakaran mobil pengangkut BBM milik Pertamina di bilangan Tembok Berlin, Kota Sorong (phil/digtara)

“Betul, kami tidak bisa menampik; tadi di lokasi ada drum berisi BBM Solar. Dugaan penimbunan masih dalam penyelidikan. Kami akan terus menggali informasi tersebut,” ujar Kapolsek Sorong Barat, AKP. Muhammad Salim Nurlili, diruang kerjanya.

Sementara itu, pihak PT. Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VIII Sorong memilih menghindari konfirmasi sejumlah awak media usai hadir di Mapolsek Sorong Barat guna dimintai keterangan.

“Jangan di ini (liput) dulu. Saya telpon dulu ke GM (General Manager) kami. Nanti saya kemari lagi. Kasih kesempatan dulu sama saya,” ujar Kepala Depot BBM Pertamina Sorong, Otto Tambunan.

Barang bukti BBM yang disita Polisi dari lokasi gudang di sekitar lokasi terbakarnya truk tangki milik Pertamina, Rabu 19 Juni 2019 (phil/digtara)

Selain kerugian materil yang ditaksir lebih dari Rp. 300 juta, akibat musibah tersebut, salah seorang warga yang hingga kini belum diketahui identitasnya, harus menjalani perawatan intensif pada RSUD Kota Sorong. Ia harus dirawat akibat mengalami luka bakar pada bagian kakinya saat berupaya memadamkan api.

[AS]

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Kabar

Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah Dukung Penuh Langkah PBNU dalam Merespon Pemberitaan Trans7 yang Dinilai Mencoreng Martabat Pesantren

Kabar

Ribut Pasca Mabuk Miras, Sejumlah Pemuda di Kupang Diamankan Polisi

Kabar

Tersangka Pembuang Bayi di Kupang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Kabar

Dinkes dan BKD Langkat Bantah Tudingan Pungli: Proses Kenaikan Jabatan Sesuai Regulasi Nasional

Kabar

Ketua DPRD Sumut Sambut KoJAM Dalam Kolaborasi Pemberitaan

Kabar

Mahasiswa di Kupang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Sebelum Tewas, Korban Sempat Minta Uang Beli Pulsa