Digtara.com | MEDAN – Berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan digelar Kepolisian Daerah Sumatera Utara dalam merayakan HUT Bhayangkara pada tahun ini.
Setelah melaksanakan Operasi Bibir Sumbing Gratis kepada masyarakat umum pada awal pekan lalu, hari ini, Jumat (21/6/2019), Polda menghelat berbagai kegiatan sosial di Lapangan Merdeka (Lapmer), Kota Medan.
Kegiatan dimulai dengan senam bersama dan jalan santai yang diikuti langsung Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto, pada pagi hari. Setelah itu, dua kegiatan besar lain, yakni Bakti Kesehatan dan Bakti Religi, mulai berjalan.
Bakti Kesehatan diadakan dengan melakukan pemeriksaan gratis bagi para warga yang terdiri dari anggota komunitas bilal mayit, penggali kubur dan nazir masjid di Kota Medan.
Bertempat di depan Pos Unit Turjawali Satlantas Polrestabes Medan di pintu masuk sisi utara Lapmer, Polda Sumut memberikan berbagai layanan pemeriksaan spesialis.
Meliputi pemeriksaan mata, pemeriksaan patah tulang, pemeriksaan gigi dan bedah mulut, tindakan bedah minor, konsultasi psikiatri, pemeriksaan penyakit dalam, pemeriksaan anak serta layanan laboratorium.
Untuk pemeriksaan laboratorium, Polda juga bekerja sama dengan Rumah Sakit Bunda Thamrin.
Manajemen Bunda Thamrin mengoperasikan mobil medis yang ditempatkan di pinggir lapangan merdeka, dilengkapi beberapa petugas kesehatan.
Irmanda, salah satu petugas mobil medis tersebut mengungkapkan, sampai dengan tengah hari mereka sudah menangani 10 pasien.
“Kami melayani pemeriksaan rontgen dan EKG secara gratis,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Adapun hasil pemeriksaan, lanjut dia, nantinya akan diserahkan ke Biddokkes Polda Sumut untuk disampaikan ke para pasien.
Ramai aktivitas memadati lapangan merdeka hari ini, bukan saja kegiatan HUT Bhayangkara. Mulai dari perkumpulan remaja penggemar skateboard yang berlatih sampai hilir mudiknya barisan paskibra yang tengah dibimbing personel TNI.
Ada juga bentangan spanduk sepanjang sekitar 10 meter di pintu masuk sisi timur Lapmer. Spanduk yang berisi petisi tandatangan menolak kerusuhan oleh komunitas bilal mayit, penggali kubur dan bilal masjid.
Di tengah lapangan pun terbentang dua spanduk berukur lebih besar, masing-masing sekitar 20 meter. Spanduk-spanduk tersebut juga petisi tanda tangan oleh masyarakat luas.
Namun berbeda dari spanduk di pintu masuk sisi timur, spanduk-spanduk di tengah lapangan berisi kata-kata lebih panjang. Yakni “Masyarakat Sumatera Utara Menolak Kerusuhan dan mendukung Polri Bertindak Tegas kepada Para Perusuh dan Pengacau Keamanan”.[win]