Digtara.com | MEDAN- Fani Salsabilah (20) mengatakan kue wajik Bandung yang dibungkus dengan kertas berwarna kuning dibuat oleh ibu kandungnya, Sainten (53) ternyata menyimpan makna lain.
Tak hanya itu, wajik Bandung tersebut ternyata sama sekali belum pernah di buat oleh Sainten. “Belum pernah mamak buat wajik bang, baru kali itu pertama kali,” ujar Fani yang merupakan adik kandung Yunita Sari (30) salah satu korban ledakan pabrik rumahan pembuat mancis di Kabupaten Langkat, Jumat (21/6/2019).
Fani bercerita, kala itu ibunya sedang mengikuti arisan keluarga lalu mencicipi kue wajik yang dibuat oleh keluarganya. “Entah kenapa mamak tiba-tiba kepingin buat wajik itu bang,” ujarnya.
Sehari sebelum kejadian, tepatnya Kamis(20/6/2019) Sainten lantas membuat wajik bandung, namun dalam pembuatan itu wajik bandung yang biasanya dibalut dengan bungkusan plastik berwarna-warni, Sainten malah membungkusnya hanya berwarna kemalangan.
“Makanya aku heran bang, kok bungkusnya berwarna kuning sama merah aja,” terangnya.
Sementara itu, Sainten membenarkan hal tersebut. “Enggak tau dek, tiba-tiba saya kepingin aja mau buat wajik, begitu juga bungkusnya entah kenapa kok bisa pilih warna itu,” terangnya.
Ia menceritakan, kalau dirinya sangat sering mengunjungi anak pertama dari empat bersaudara beserta cucunya itu. “Saya tiga hari sekali dek datang ke rumah dia (Yunita-red) karena kebetulan rumah saya lumayan jauh,” terangnya.
Sementara itu, ia mengatakan pada saat kejadian menantunya, Joni Selamet (31) sedang bekerja dan tidak berada di rumah. “Suaminya baru saja berangkat ke Kisaran, setelah mengetahui kejadian itu langsung kami kabari dan ini dalam perjalanan pulang,” ujarnya.[win]