digtara.com | SORONG – Warga yang bermukim di kawasan Puncak Bahari, Kota Sorong, Papua Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di areal kebun pisang di sekitar lingkungan mereka, Senin (24/6/2019) dinihari.
Mayat tersebut belakangan dikenali sebagai Simon Harar (34) petugas keamanan di LNG-Tangguh. Saat ditemukan, kondisi mayat sudah dalam kondisi membusuk.
Mayat Simon Harar pertama kali ditemukan oleh warga sekitar yang mencium bau busuk saat melintas di lokasi tersebut. Saat diperiksa, ditemukan mayat Simon terjepit di antara batang pohon pisang dalam kondisi sudah membengkak dan membusuk.
Penemuan mayat itu kemudian dilaporkan ke Polisi yang kemudian menurunkan personel untuk melakukan penyelidikan.
Dari hasil penyelidikan sementara, Polisi menyebut korban tewas akibat tindak penganiayaan. Pihak kepolisian setempat pun kini tengah melakukan penjemputan salah satu terduga pelaku penganiayaan yang kabur dan telah diamankan jajaran Polsek Abepura, Polda Papua.
Polisi mengevakuasi mayat Simon Harar untuk diautopsi demi kepentingan penyelidikan. (phil/digtara)
“Tim kita sedang mendalami. Kita dibantu oleh Polda Papua, Polsek Abepura. Tim sudah berangkat ke sana,” ungkap Wakapolres Sorong Kota, Kompol Hengky Kristanto Abadi.
Usai di evakuasi, jenazah kemudian dibawa ke RSUD Sele Be Solu, Kota Sorong untuk dilakukan proses autopsi guna kepentingan penyelidikan.
Sementara itu, akibat kesal dengan berita kematian korban, pihak keluarga korban kemudian melakukan blokade sejumlah ruas jalan utama Kota Sorong dengan menggunakan ranting pohon dan batu. Mereka bahkan membakar ban bekas di tengah jalan.
Akibat blokade tersebut, arus lalu-lintas di sejumlah ruas jalan terpaksa dialihkan ke jalur lain. Blokade baru bisa dibuka setelah polisi melakukan mediasi dengan pihak keluarga korban.
Blokade yang dilakukan sebagai bentuk protes atas tewasnya Simon Harar (phil/digtara)
Pihak Kepolisian pun menjamin situasi keamanan di Kota Sorong dalam keadaan aman dan terkendali pasca peristiwa tersebut. Polisi berharap agar tidak ada lagi tindakan main hakim sendiri oleh warga dan mempercayakan semua proses hukum atas kasus itu kepada pihak kepolisian.
“Kondisi kota sorong saat ini sudah normal kembali. Aktivitas masyarakat sudah normal walaupun memang tadi malam sempat terjadi peristiwa karena emosi spontan dari warga,” jelas Kristanto.
[AS]