digtara.com | TELUK WANDOMA – Patra Kevin Marina Jauhari, seorang petugas medis asal Kabupaten Palopo, Sulawesi Selatan, meninggal dunia saat menjalankan tugas pengabdiannya di pedalaman Papua Barat, tepatnya di Kampung Oya, Distrik Naikere, Kabupaten Teluk Wandoma.
Pemuda lajang yang kerap dipanggil Mantri Patra itu, diperkirakan meninggal dunia pada Selasa 18 Juni 2019. Ia diduga meninggal dunia akibat penyakit malaria.
Penyakit itu menyerang tubuhnya lantaran daya tahan tubuhnya yang menurun karena kehabisan ogistik makanan serta obat-obatan.
Patra baru ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat 21 Juni 2019 kemarin. Ia ditemukan oleh warga yang mencium aroma tidak sedap dari tempat tinggalnya.
Usai ditemukan meninggal, jenazah Patra lalu diberangkatkan ke Wasior, Ibu Kota Kabupaten Teluk Wondama, dengan helikopter pada Sabtu 22 Juni 2019. Saat diberangkatkan ia hanya dibungkus kain dan dibalut plastik.
Kondisi Matri Patra yang sakit sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia (phil/digtara)
Menyikapi kejadian tersebut, Wakil Gubernur Provinsi Papua Barat, Muhammad Lakotani menyatakan, bahwa peristiwa yang menimpa almarhum Patra menjadi pelajaran bagi pemerintah untuk menyusun program yang lebih matang ke depannya. Termasuk ketika program itu dieksekusi harus konsisten sesuai perencanaan.
Wakil Gubernur juga berharap, sosok Patra dapat menjadi teladan bagi para ASN dilingkup Pemda Papua Barat dalam melaksanakan tugas.
“Bagi ASN, ini contoh konkret. Anak muda yang rela mengabdi di pedalaman, bahkan nyawa jadi taruhan,” ujar Lakotani saat memimpin apel di Kantor Pemda Provinsi Papua Barat di Manokwari, Senin (24/6/2019).
Mempertimbangkan kondisi jenazah yang sudah tidak memungkinkan untuk dipulangkan ke kampung halamannya, pemakaman PNS di lingkup Pemda Kabupaten Teluk Wondama tersebut akhirnya dilaksanakan di Wasior – Teluk Wondama pada Senin (24/6/2019).
Aktifitas Mantri Patra semasa hidup. Petugas medis asal Sulawesi Selatan itu setia mengabdi pada masyarakat di pedalaman papua barat. (phil/digtara)
Pemakaman Patra di awali dengan upacara resmi di Gedung Sasana Karya, Kantor Bupati Teluk Wondama dipimpin Bupati Teluk Wondama, Bernadus Imburi.
[AS]